Gila, Kalau Penumpang Kereta Dibebani Kenaikan Tarif Lagi

Kenaikan TDL 15 Persen Tahun Depan Ancam Tarif KRL Loncat Lagi

Rabu, 03 Oktober 2012, 08:06 WIB
Gila, Kalau Penumpang Kereta Dibebani Kenaikan Tarif Lagi
ilustrasi, kereta
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen tahun depan. Transportasi umum seperti Kereta Rel Listrik (KRL) juga bakal kena kenaikan tersebut. Tarif pun terancam naik lagi. Gile bener...!

“KRL termasuk golongan yang dikenakan kenaikan tarif listrik tahun depan,” ujar Dirjen Kete­nagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman di Kementerian ESDM, kemarin.

Namun, kata Jarman, sampai saat ini besaran kenaikan tarif lis­trik sedang dihitung untuk ma­sing-masing golongan. Pihaknya juga mempertim­bangankan ke­naikan bertahap atau sekaligus.

“Kalau bertahap naik berapa persen tiap bulan atau per kuartal. Yang jelas 1 Januari 2013 tarif listrik naik,” jelasnya.

Vice President Public Relation PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sugeng Priyono mengakui, ke­naikan tarif KRL yang baru di­ber­lakukan memang dipe­ngaruhi ke­naikan TDL Oktober ini.

“Tapi kenaikan tarif persen be­lum memperhitungkan adanya kenaikan TDL tahun depan,” kata Jarman kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Ditanya apakah KAI akan me­naikkan tarif lagi tahun depan, Sugeng menjawab tidak tegas. Menurutnya, tarif bisa naik, bisa juga tidak. Namun, dia mene­gas­kan, biaya listrik itu 10 persen bia­ya operasi.

“Kita belum bisa bilang apa yang akan dilakukan dengan kenaikan TDL tahun de­pan. Ka­mi lihat nanti,” ujarnya.

Anggota Komisi V DPR Farry DJ Francis meminta KAI tidak mem­bebankan kenaikan TDL 15 persen tahun depan kepada pe­langgan. Apalagi tarif KRL Com­muter baru saja dinaikkann.

Me­nurut Farry, yang harus di­lakukan PT KAI adalah mela­kukan penghematan anggaran. “Mereka harus melakukan peng­hematan, jangan semuanya dibe­bankan kepada penumpang ka­rena TDL naik,” katanya kepada Rakyat Merdeka.

Farry menegaskan, ke­nai­k­an tarif hanya menambah beban penumpang. Sebab itu, dia me­minta pemerintah memberikan kompensasi kepada KAI moda sebagai angkutan massal.

Pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan tarif listrik ta­hun depan 15 persen, terkecuali untuk golongan R1 450 Va dan 900 Va. Sementara untuk golo­ngan R3 atau rumah tangga me­wah, mall dan gedung pemerin­tah subsidi listriknya dicabut.

Seperti diketahui, tarif KRL Commuter Line mulai 1 Oktober naik Rp 2.000, sehingga tarif ke­reta dengan tujuan Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara (Rp 9.000), Bo­gor-Depok (Rp 8.000), Depok-Ja­­karta Kota/Jatinegara (Rp 8.000), Bekasi-Jakarta Kota (Rp 8.500), Tangerang-Duri (Rp 7.500) dan Parung Panjang/Ser­pong-Tanah Abang (Rp 8.000).

Banyak penumpang yang ke­beratan dengan kenaikan tarif ini karena dinilai pelayanan KRL masih belum memuaskan. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA