Pemerintah akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) 15 persen tahun depan. Transportasi umum seperti Kereta Rel Listrik (KRL) juga bakal kena kenaikan tersebut. Tarif pun terancam naik lagi. Gile bener...!
“KRL termasuk golongan yang dikenakan kenaikan tarif listrik tahun depan,†ujar Dirjen KeteÂnagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman di Kementerian ESDM, kemarin.
Namun, kata Jarman, sampai saat ini besaran kenaikan tarif lisÂtrik sedang dihitung untuk maÂsing-masing golongan. Pihaknya juga mempertimÂbangankan keÂnaikan bertahap atau sekaligus.
“Kalau bertahap naik berapa persen tiap bulan atau per kuartal. Yang jelas 1 Januari 2013 tarif listrik naik,†jelasnya.
Vice President Public Relation PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sugeng Priyono mengakui, keÂnaikan tarif KRL yang baru diÂberÂlakukan memang dipeÂngaruhi keÂnaikan TDL Oktober ini.
“Tapi kenaikan tarif persen beÂlum memperhitungkan adanya kenaikan TDL tahun depan,†kata Jarman kepada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Ditanya apakah KAI akan meÂnaikkan tarif lagi tahun depan, Sugeng menjawab tidak tegas. Menurutnya, tarif bisa naik, bisa juga tidak. Namun, dia meneÂgasÂkan, biaya listrik itu 10 persen biaÂya operasi.
“Kita belum bisa bilang apa yang akan dilakukan dengan kenaikan TDL tahun deÂpan. KaÂmi lihat nanti,†ujarnya.
Anggota Komisi V DPR Farry DJ Francis meminta KAI tidak memÂbebankan kenaikan TDL 15 persen tahun depan kepada peÂlanggan. Apalagi tarif KRL ComÂmuter baru saja dinaikkann.
MeÂnurut Farry, yang harus diÂlakukan PT KAI adalah melaÂkukan penghematan anggaran. “Mereka harus melakukan pengÂhematan, jangan semuanya dibeÂbankan kepada penumpang kaÂrena TDL naik,†katanya kepada Rakyat Merdeka.
Farry menegaskan, keÂnaiÂkÂan tarif hanya menambah beban penumpang. Sebab itu, dia meÂminta pemerintah memberikan kompensasi kepada KAI moda sebagai angkutan massal.
Pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan tarif listrik taÂhun depan 15 persen, terkecuali untuk golongan R1 450 Va dan 900 Va. Sementara untuk goloÂngan R3 atau rumah tangga meÂwah, mall dan gedung pemerinÂtah subsidi listriknya dicabut.
Seperti diketahui, tarif KRL Commuter Line mulai 1 Oktober naik Rp 2.000, sehingga tarif keÂreta dengan tujuan Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara (Rp 9.000), BoÂgor-Depok (Rp 8.000), Depok-JaÂÂkarta Kota/Jatinegara (Rp 8.000), Bekasi-Jakarta Kota (Rp 8.500), Tangerang-Duri (Rp 7.500) dan Parung Panjang/SerÂpong-Tanah Abang (Rp 8.000).
Banyak penumpang yang keÂberatan dengan kenaikan tarif ini karena dinilai pelayanan KRL masih belum memuaskan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: