Menteri Perumahaan Rakyat (Menpera) Djan Faridz belum serius merealisasikan rumah murah bagi masyarakat kecil. Sejumlah program rumah banyak yang jalan di tempat. Salah satunya, rumah wartawan di Citayam Depok, Jawa Barat. Sebanyak 2.000 wartawan gagal mendapatkan rumah tersebut.
Berdasarkan data KeÂmenÂterian Perumahan Rakyat (KeÂmenpera), sejak program rumah murah itu ditawarkan, ada sekiÂtar 2.000 orang yang sudah meÂmesan rumah tersebut. Namun, lantaran lahannya bermasalah, rumah terÂsebut gagal dibangun.
Kegagalan tersebut, dikabarkan karena MenÂpera Djan lebih foÂkus memÂbeÂrikan dukungan keÂpada salah satu calon di Pilkada DKI Jakarta, dibandingkan mem- baÂngun ruÂmah tersebut.
Deputi Bidang Perumahan ForÂmal Kemenpera Paul MarÂpaung membantah jika keÂmenÂteÂriannya tidak fokus menjalanÂkan program perumahan. Paul meÂngaÂtakan, rumah wartawan tetap dibangun. Namun, lokasiÂnya dipinÂdahkan.
“Sebelumnya sudah ada 2.000 wartawan yang berminat meÂmeÂsan. Namun karena ada kenÂdala lahan di Citayam, Depok, terÂpakÂsa kami alihkan ke lokasi PaÂrung Panjang Bogor milik Perum PeÂrumnas dan itu akan segera diÂbangun,†janji Paul saat dihuÂbuÂngi Rakyat Merdeka, kemarin.
Meski pindah lokasi, Paul meÂlihat animo wartawan terhaÂdap rumah tersebut masih cukup tingÂgi. Buktinya, sudah ada 800 orang yang berminat memÂbeli rumah tersebut.
“Memang jumlahnya meÂnuÂrun. Saat pertama kali program ini digulirkan, peÂmiÂnatnya menÂcapai 2.080 orang untuk lokasi di CiÂtayam, Depok. Tapi sekaÂrang di Parung Panjang, Bogor, hanya 800 orang yang tercatat,†ungkap Paul.
Dari 800 orang itu pun, kata Paul, baru sebagian yang memÂberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bukti bahwa mereÂka ikut dalam proyek rumah. SeÂdangkan syarat administrasi yang lain belum diserahkan. “Seperti, menyerahkan pernyataan dari perusahaan, slip gaji, uang muka dan lainnya,†kata Paul.
Paul menegaskan, proÂyek ruÂmah ini tetap berjalan, karena tidak hanya di Parung Panjang yang akan dibangun, tapi juga di wilayah Bojong Gede, Bogor juÂga akan dibangun. Paul pun pede (percaya diri), proyek ini bisa berÂjalan sebelum 2014.
Untuk lokasi perumahan di PaÂrung Panjang, menurut Paul, sangat dekat dengan stasiun keÂreta api Parung Panjang. TenÂtuÂnya, hal ini akan memudahkan jika para wartawan ingin berÂakÂtivitas. Di lokasi tersebut, kataÂnya, tanah yang terÂseÂdia untuk perumahan itu tidak menemui kendala apapun karena itu milik Perumnas. Luas tanah yang ada seluas 30 hektare (ha) di Parung Panjang sektor 3 dan seluas 100 ha di sektor 5.
Menpera Djan Faridz juga memÂbantah dirinya memberikan dukungan ke salah satu calon gubernur DKI Jakarta, sehingga proyek di Citayam, gagal. Dia biÂlang, tugas menteri adalah menÂjalankan program pemerintah seÂsuai bidangnya masing-masing.
“Jadi tidak benar jika saya diÂanggap lebih memfokuskan pada kepentingan politik di DKI JaÂkarta dibandingkan mereaÂliÂsaÂsikan program perumahan,†kiÂlahnya saat peresmian media cenÂter di Kemenpera, Jakarta, Rabu (15/8).
Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson renÂcananya akan mengajak warÂtawan sebagai calon pembeli unÂtuk meninjau lahan di sana.
“KeÂmungkinan Minggu deÂpan, dari situ dapat dipastikan siapa-siapa saja yang memang beÂnar-benar berminat terhadap proyek ini serta kepastian angka pembeli. Kita suÂdah siap baÂngun, tinggal nunggu kesiapan calon pembeli aja, dari jumlah maupun syarat admiÂnisÂtrasinya,†ujar Teddy saat dihuÂbungi RakÂyat Merdeka, kemarin.
Namun, Teddy enggan merinci berapa harga rumah yang akan dibeÂbanÂkan kepada wartawan. “Ya keÂmungkinan harganya di kisaran Rp 88 juta sampai Rp 100 juta lebih untuk tipe 45. Itu perÂkiraan saja. Proses pembaÂyaran melalui Fasilitas Likuiditas PemÂbiayaan Perumahan (FLPP),†terang Teddy.
“Aksesibiltas dari Parung PaÂnÂjang ke Karawaci dan BSD kuÂrang lebih 14 kilometer,†imbuh Teddy
Mengenai stok rumah, Perum Perumnas telah menyediakan 4 sektor wilayah di Parung PanÂjang, di mana dari 4 sektor terÂsebut berjumlah 5.000 unit. “KaÂmi memiliki 4 sektor, lebih dari 5.125 unit,†paparnya.
Anggota Komisi V DPR bidang Perumahan Riswan Tony mewanÂti-wanti pihak Kemenpera jangan asal mengumbar janji seÂperti yang sebelumnya. WarÂtawan pun diÂingatkan jangan mau diÂiming-imingi proyek rumah kalau meÂmang belum jelas. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: