.Lembaga Pengawas Industri dan Perdagangan (LPIP) meÂminta agar produk kendaraan Nissan Indonesia ditinjau ulang. Selain diragukan standar keÂaÂmaÂnannya, pihak Nissan dinilai lalai memenuhi standar keselaÂmatan. Apalagi penanganan kasus terÂbaÂkarnya Nissan Juke masih gelap.
LPIP mengharapkan, peÂnaÂnganan kasus kematian Olivia Dewi Soeridja yang terbakar daÂlam mobil Nissan Juke pada SabÂtu, 10 Maret 2012, bisa seÂgera diÂtunÂtaskan. Hal itu mesti dilakukan suÂpaya ada efek jera bagi Agen Tunggal PeÂmegang Merek (ATPM) yang lalai.
Sejauh mana pihak proÂdusen mobil Nissan Indonesia menyiÂkapi tuntutan tersebut? Direktur Pemasaran dan PurÂnajual PT Nissan Motor IndoÂnesia (NMI) Teddy Irawan meÂyakini bahwa kendaraan Nissan telah meÂngÂikuti standarisasi keamanan, keÂselamatan dan kelayakan secara benar sebelum dipasarÂkan di Indonesia.
“Nissan tak pernah melakukan kebohongan publik. Semua kenÂdaÂraannya telah dilakukan stanÂdarisasi keamanan dan kelayakÂan sebelum dipasarkan ke maÂsyaÂrakat,†kilah Teddy Rakyat Merdeka di Jakarta.
Terkait adanya recall Nissan Juke tipe MR16DDT (1600cc) yang diumumkan lembaga KeÂselamatan Lalu Lintas dan TransÂportasi Amerika Serikat (NHTSA) pada 24 Februari 2012, Teddy meÂnegaskan, peÂnaÂrikan itu tidak ada kaitannya dengan kendaraan di Indonesia. SeÂlain berbeda tiÂpe, spesiÂfikaÂsiÂnya pun berbeda deÂngan yang diÂproÂduksi dan dipaÂsarkan Indonesia.
Dia menjelaskan, penarikan di Amerika lantaran adanya masaÂlah pada fuel rail pressure sensor yang dialami Nissan Juke tipe mesin MR16DDT (1.600cc) yang menggunakan sistem engine direct fuel injection.
“Sedangkan kendaraan Nissan Juke Indonesia, menggunakan tipe mesin HR15DE 1.500cc, tidak menggunakan sistem direct fuel injection. Artinya, kendaraan Juke ini berbeda dengan Nissan Juke MR16DDT (1600cc) di AmeÂÂrika,†terang Teddy tanpa menjelaskan sejauh mana penaÂnganan kasus terbakarnya Nissan Juke Indonesia tersebut.
Teddy mengklaim, Nissan seÂbagai industri otomotif ternama selalu memperhitungkan faktor keamanan bagi pengendara seÂbelum dipasarkan. Kendaraan tipe mesin HR15DE (1.500cc) diÂanggap memenuhi standarisasi keamanan tipe mesin serta perÂsyaÂratan teknis dan layak jalan dari Nissan Motor Company maupun oleh pihak pemerintah Indonesia.
“Sampai saat ini tipe mesin inilah yang diperdagangkan oleh NMI dan telah terdaftar di lemÂbaga pemerintah serta melalui uji tipe yang ketat oleh otoritas atau instansi terkait,†jelasnya.
Pengamat otomotif Suhari SarÂgo mengatakan, sudah menÂjadi tanggung jawab sebuah produsen otomotif untuk memÂperhatikan faktor keselamatan maupun keÂamanan dari mobil yang akan dipasarkan.
“Kalau pihak produsen sudah mengklaim produknya aman, tenÂtunya harus dilengkapi deÂngan bukti ataupun sertifikat soal keÂamanan tersebut,†katanya.
Namun sayangnya, kata SuÂhari, di Indonesia belum ada lemÂbaga independen yang berÂweÂnang memberikan jaÂminan keseÂlamatan dan keÂamaÂnan otoÂmotif seperti NHTSA di Amerika.
“Saya sudah berkali-kali meÂÂÂnguÂtarakan bahwa sangat penÂting Indonesia memiliki baÂdan stanÂdarisasi keamanan otoÂmotif. MeÂngÂingat industri otoÂmotif saÂngat besar di Indonesia,†warnÂing Suhari.
Terkait demo soal desakan recall terhadap Nissan Juke oleh LPIP, menurut Suhari itu sah-sah saja dan pihak Nissan harus memÂpertanggungjawabkan maÂsalah ini sampai tuntas.
“Soal keselamatan menjadi faktor penting bagi proÂdusen otoÂmotif dalam meÂmaÂsarkan produk kendaraannya kepada masyaÂrakat. Produsen lain pun harus belajar dari kasus yang menimpa Juke ini,†tegasnya.
Suhari pun meminta, perbaikÂan sistem dan standarisasi keseÂlaÂmatan pengguna harus lebih diÂprioritaskan sehingga bisa menÂjadi acuan bagi keselamatan konÂsumen. Serta optimalisasi lemÂbaga stanÂdarisasi juga terus diÂupayakan.
LPIP sebeÂlummnya mendemo markas PT Nissan Motor IndoÂnesia (NMI) di kantor PT IndoÂmobil, Jalan MT Haryono, JaÂkarta Timur. LPIP meÂminta suÂpaya produk Nissan terÂmasuk Juke ditarik dari perÂedaran.
Pihak Nissan dianggap LPIP lalai dalam memenuhi standar keÂamanan dan keselamatan. ApaÂÂlagi pada kecelakaan terÂbakarÂnya mobil Juke itu ditemuÂkan seÂjumlah keganjilan. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: