Pertumbuhan Ekonomi Melambat Imbas Penyusutan Daya Beli

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Minggu, 11 Januari 2026, 01:31 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Melambat Imbas Penyusutan Daya Beli
Ilustrasi. (Foto: AI)
rmol news logo Kondisi perekonomian bangsa masih dihadapkan dengan penyusutan daya beli terutama dari kelompok kelas menengah yang berdampak pada stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Peneliti Desk Ekonomi GREAT Institute, Adrian Nalendra dalam konferensi pers bertajuk “Melangkah Maju di Tengah Ketidakpastian” yang digelar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Konferensi pers ini juga menjadi bagian dari pemaparan Economic Outlook 2026 GREAT Institute, yang menyoroti kondisi ekonomi global, kinerja ekonomi nasional sepanjang 2025, serta proyeksi dan agenda transformasi ekonomi Indonesia pada 2026.

Adrian menyoroti bahwa stabilitas konsumsi agregat cenderung menutupi persoalan struktural pada kelas menengah.
 
"Basis konsumen kelas menengah yang selama ini menjadi motor belanja diskresioner justru menyusut. Sementara kelompok rentan dan kelas menengah rentan membesar, mobilitas sosial cenderung macet,” jelas dia.

Tentunya, kondisi ini membuat konsumsi berfungsi sebagai penyangga pertumbuhan, namun sayangnya belum cukup kuat menjadi mesin akselerasi. 
 
Salah satu cara memperbaikinya, peneliti GREAT Institute Adamski Pangeran menekankan pentingnya perbaikan iklim investasi.
 
“Di tengah kue penanaman modal asing global yang mengecil, agenda terpenting bukan sekadar promosi, tetapi meningkatkan investability melalui kepastian eksekusi, terutama soal tata ruang, perizinan, dan debottlenecking,” ujar Adamski.rmol news logo article
 


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA