Untuk menjaga pasokan beras di dalam negeri, Indonesia beÂrenÂcana mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand September mendatang. Tapi ingat, itu tergantung kondisi pasokan dalam negeri, jika diperÂlukan maka impor akan berjalan.
Selain itu, opsi mengimpor beras dari Vietnam dilakukan unÂtuk mengantisipasi terjadinya inÂflasi serta krisis pangan. IndoÂnesia sebagai negara terpadat keÂempat dunia khawatir kekeringan di Amerika Serikat (AS) memÂbuat harga pangan jagung dan kedelai naik.
Namun, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan meneÂgaskan, untuk saat ini Indonesia beÂlum membutuhkan tambahan beras impor dari Vietnam. DiÂkaÂrenakan stok beras untuk keÂbutuhan dalam negeri masih mencukupi. “Sampai saat ini buffer stock beras di Bulog masih ada sekitar 2,2 hingga 2,3 juta ton,†ujarnya.
Menurut Gita, pihaknya akan melakukan kajian untuk memuÂtuskan apakah diperlukan untuk mengÂimpor beras demi meÂngamankan stok nasional. Sebab, dia masih ragu Indonesia butuh imÂpor beras lagi karena buffer stock di Bulog masih dalam taraf aman.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pemÂberian alokasi impor harus diikuti dengan kewajiban meÂnyerap produksi dalam negeri baik oleh Bulog maupun importir. BUMN pangan ini pun berharap setidaknya dapat menyangga beras, gula dan kedelai pada 2014 dengan menguasai minimal 15 persen dari kebutuhan tiga koÂmoÂditas tersebut untuk mengenÂdalikan harga pasar.
Pihaknya menyadari saat ini strukÂtur pasar sudah terbentuk deÂngan adanya beberapa importir yang menjadi pemain utama dalam perdagangan komoditas tertentu. Oleh sebab itu, Bulog meminta pemerintah mengambil keputusan menyangkut jumlah yang dapat diimpor dan pengÂalokasiannya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional selama 2012 diramalkan naik 4,3 persen sehingga terjadi surplus 5 juta ton.
Hingga saat ini Bulog sudah menyerap beras sebanyak 2,5 juta ton atau 50 persen dari surplus itu sudah dikuasai. Sedangkan perÂsediaan beras selama RamaÂdhan dan Idul Fitri, Bulog mengklaim sudah ada stok beras sebanyak 468 ribu ton. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: