Perlambatan ekonomi gloÂbal masih memberikan angin seÂgar buat aliran investasi yang maÂsuk ke Indonesia. PertumÂbuhan ekoÂnomi yang tinggi serta imbal hasil yang baik menjadi faktor derasÂnya arus modal maÂsuk ke dalam negeri.
Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mendesak peÂmerintah segera membangun inÂfrastruktur untuk mendukung deÂrasnya investasi yang masuk.
“Pertumbuhan ekonomi global kan melambat hingga 2,5 persen, sedangkan Indonesia di atas 6 persen, sangat mungkin investasi mengalir dengan baik ke dalam negeri,†kata Fauzi, kemarin.
Berdasarkan analisis ini, dapat dikatakan aliran investasi di InÂdonesia masih cukup baik meski agak melamban. MenurutÂnya, sangat penting bagi pemeÂrinÂtah memberikan stimulus pemÂbaÂngunan infrastruktur di InÂdoÂnesia karena jika kondisi gloÂbal meÂlamban otomotis investasi swasÂta juga melamban.
Namun di sisi lain, investasi swasta pun bisa terkena dampak dari perlambatan ekonomi gloÂbal ini. Oleh karena itu, pemeÂrintah haÂrus menggenjot sektor infraÂstruktur di dalam negeri.
Menurut Fauzi, infrastruktur saÂngat menarik investor global dan investor swasta untuk masuk ke Indonesia. Ini harus di-observe deÂngan investasi di bidang publik meÂlalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan EkoÂnomi Indonesia (MP3EI) dan haÂrus seÂgera direalisasikan,†ucapnya.
“PreÂsiden sudah bilang jangan samÂpai ada pepesan kosong, MP3EI jangan hanya gembar-gemÂbor. Mari seÂgera bangun inÂfraÂstruktur yang menarik di InÂdoÂnesia agar invesÂtasi datang,†teÂgas Fauzi.
Terkait infrastruktur, pertumÂbuÂhan investasi hortikultura lokal terhambat dikarenakan lemahnya infrastruktur penunjang dari hulu (on farm) sampai hilir (off farm).
Oleh karena itu, pemerintah harus mendorong perbaikan inÂfrastruktur yang terintegrasi dan terencana agar dapat meningÂkatÂkan investasi hortikultura dalam negeri maupun luar negeri.
Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin mengataÂkan, usaha hortikultura di IndoÂnesia umumnya pertanian rakyat deÂngan skala usaha kecil, terÂsebar, pengelolaan secara perÂorangan dan kurang didukung infrastrukÂtur yang memadai. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: