“China masih mendominasi 60 persen impor produk TPT,†tegas Ketua Umum API Ade Sudrajat.
Membanjirnya poduk TPT dari China di dalam neÂgeri, diakuik, akibat penerapan ASEAN-ChiÂna Free Trade Agreement (ACFTA). Ade mengatakan, industri TPT dalam negeri saat ini sangat sulit bersaing dengan TPT dari Negeri Tirai Bambu itu.
Ade beranggapan, produsen TPT di China memproduksi daÂlam jumlah yang besar. Sementara industri TPT dalam negeri terÂbatas karena teknologi mesinnya juga kalah. Untuk itu, lanjut dia, pelaku usaha TPT meminta pemerintah serius membangun infrastruktur, seperti jalan tol, listrik dan pelabuhan laut dalam upaya meningkatkan daya saing produk itu di pasar internasional.
“Sampai saat ini kendala infraÂstruktur masih saja menjadi perÂmasalahan bagi pengusaha tekstil. Padahal infrastruktur penting bagi kelancaran usaha,†jelasnya.
Sedangkan untuk ekspor TPT paÂda kuartal I 2012 meningkat 5 perÂÂsen dibanding periode yang saÂÂÂma tahun lalu. Diperkirakan kuarÂtal I ekspor TPT mencapai 3,5 miÂliar dolar AS. Pada kuartal I 2011, ekspornya hanya 3 miliar dolar AS.
Menurut Ade, hanya Indonesia yang mengalami peningkatan kinerja ekspor TPT. “Krisis global yang melanda Amerika Serikat dan Eropa tidak berimbas pada ekspor TPT. Produk TPT asal InÂdonesia menguasai dua persen pangsa pasar dunia,†paparnya.
Lebih lanjut, negara yang paÂling terkena dampak dari krisis global itu China. Pasalnya, negara tersebut menguasai 60 persen pasar TPT dunia.
Permintaan produk TPT asal China di Amerika Serikat dan Eropa mulai mengalami penuruÂnan. Selain China, Afrika Utara, MaÂroko serta Aljazair mulai meÂnunjukkan tren penurunan.
Direktur Industri Tekstil dan Aneka Kementerian PerÂindusÂtrian Ramon Bangun mengaÂtakan, program restrukturisasi permesinan di sektor TPT telah menelan dana Rp 800 miliar.
Menurut Ramon, program restrukturisasi industri TPT akan mampu mendukung industri kreatif fashion di Indonesia. Selama ini, industri tekstil meruÂpakan lokomotif penggerak perekonomian nasional.
Ramon menjelaskan, pemeÂrintah akan terus meningkatkan daya saing industri, peningkatan kualitas dan desain produk melalui pelatihan.
Ramon menambahkan, industri TPT harus meningkatkan daya saing terutama untuk meningÂkatkan ekspor. Namun, belum semua industri TPT nasional berorientasi ekspor. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: