Hal tersebut terungkap dalam acara coffee morning menÂsoÂsialisasikan Peraturan Pemerintah NoÂmor 42 Tahun 2012 Tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas NeÂgara oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Ketenagalistrikan KeÂmenÂterian Energi dan Sumber DaÂya Mineral (ESDM) dengan staÂkeholder-nya di Jakarta, kemarin.
Dirjen Ketenagalistrikan KeÂmenterian ESDM Jarman meÂngatakan, saat ini ada dua proyek pembangunan jaringan listrik di KaÂlimantan. Dengan jaringan tersebut, dia yakin PLN bisa mengalirkan setrum ke Malaysia. Jaringan listrik diÂbangun oleh West Kalimantan-SeÂrawak InterÂconnection Project asal Malaysia.
Sedangkan proyek pembaÂngunan jaringan kedua di SuÂmatera-Peninsular InterÂconnecÂtion Project yang direncanakan mulai operasi Oktober 2017.
Jarman mengatakan, untuk proyek West Kalimantan-SeraÂwak diproyeksikan PLN untuk memÂbeli listrik dari Malaysia. Tapi, PLN juga akan menjual listrik dari Sumatera ke Malaysia lewat proyek Sumatera-PeninÂsular Interconnection Project. JaÂdi proses jual-beli listrik ini sudah PLN ajukan melalui proses konÂtrak pembelian listrik dengan PLN atau Power Purchase AgreeÂment (PPA). Tahap pertama akan dibeli sekitar 50 megawatt (MW) dalam jangka waktu lima tahun.
Jarman menjelaskan, aturan jual beli listrik antar negara di negara-negara maju sudah biasa dilakukan. Ia mencontohkan, Laos menjual listrik ke Thailand dan Thailand juga mengekspor listrik ke Malaysia. Untuk mereaÂlisasikan rencana ekspor listrik, PLN akan memulai pembicaraan deÂngan Malaysia pekan depan.
Menurut Jarman, ekspor listrik ini perlu direalisasikan guna mengurangi ekspor batuÂbara dan gas ke negeri tetangga. “Ini salah satu prospek kami. Daripada jual gas dan batubara, kami jual listrik saja, sehingga gas dan batubara bisa kami pakai sendiri,†katanya.
Dia menjamin, meski Indonesia akan mengÂekspor listrik, pasokan listrik di dalam negeri, khususnya industri tidak akan kekurangan listrik.
Sementara Direktur Utama PLN Nur PaÂmudji menjelasÂkan, ekspor dari Sumatera ke NeÂgeri Jiran itu dilakukan setelah keÂbutuhan listrik di Sumatera terÂpenuhi. Pada 2017, kebutuhan lisÂtrik di Sumatera mencapai 7.000 megawatt (MW) dengan rasio elektriÂfikasi 90 persen. SedangÂkan, caÂdangan daya listrik Sumatera pada 2017 mencapai 11.600 MW.
“Pada 2017, PLN memiliki cadangan daya 40 persen di atas itu, dan dari cadangan tersebut seÂbanyak 600 MW diekspor ke MaÂlaysia dan 3.000 MW dialirÂkan ke Jawa,†kata Nur Pamudji, kemarin.
Berbeda dengan PLN, Direktur Pengkajian Energi UniÂversitas Indonesia Iwa GarÂniwa menyentil rencana ekspor listrik PLN. PasalÂnya, masih banyak penduduk yang belum meÂnikÂmati listrik. KhuÂsusnya di Indonesia bagian TiÂmur. Bahkan, rasio elektrifikasi masih di angka 70 persen. “Ironis kalau kita sampai jual listrik, waÂlaupun terkesan IndoÂnesia hebat sekali bisa menjual listrik,†sindirnya.
Hal senada dikatakannya terÂkait rencana PLN mengimpor listrik. “Kok listrik saja kita harus impor,†katanya.
Kendati begitu, menurut Iwa, selama harganya jauh lebih murah, impor tidak masalah. ApaÂlagi, selama ini penggunaan pembangkit listrik tenaga gas dan batubara tidak berjalan mulus. ImÂpor listrik itu juga harus diguÂnakan sebagai cadangan energi seperti yang dilakukan negara lain.
Anggota Komisi VII DPR Muhammad Idris Lutfi mengaÂtakan, tidak ada masalah rencana imÂpor listrik PLN dari Malaysia, seÂlama tidak merugikan anggaran neÂgara. Tapi, jangan sampai ke deÂpannya pemerintah ketagihan imÂpor seperti BBM. Karena itu, proyek 10 ribu Megawatt tahap I dan II harus cepat diselesaikan agar kebutuhan listrik bisa terpenuhi.
Namun, untuk mengekspor listrik ke Malaysia, menurutnya, alangÂkah bagusnya kalau kebuÂtuhan dalam negeri dulu yang diutamakan. “Di dalam negeri masuk kurang listrik, masa PLN mau ekspor,†katanya.
Untuk diketahui, dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pemeÂrintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2012 tentang Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara pada 12 Maret 2012.
Dalam aturan dijelaskan, penyeÂdiaan tenaga listrik melalui jual beli tenaga listrik lintas neÂgara perlu dilakukan untuk meÂmenuhi dan meningkatkan kebutuhan tenaga listrik dalam negeri. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: