Hal ini dikarenakan, pada saat melahirkan secara normal, terÂdapat bakteri-bakteri baik dalam tubuh ibu hamil saat melahirkan yang dibutuhkan bayi. Probiotik terdapat pada ibu yang melaÂhirÂkan normal, ini berguna untuk mencegah kelainan usus pada bayi bayi yang baru lahir.
Sebaliknya, jika pada kelahiran caesar, justru bayi yang lahir tidak kebal terhadap alergi dan asma. Dan kelahiran secara norÂmal sangatlah jauh lebih baik, karena membuat bayi lebih sehat.
“Kelahiran normal melalui vagina mampu memberikan bakÂteri-bakteri yang menguntungkan sebagai imunitas kepada bayi, agar bayi lebih kebal terhadap infeksi kuman berbahaya mauÂpun alergi di masa pertuÂmÂbuhanÂnya kelak,†jelas Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci.
Sebelumnya dr. Isolauri juga menyebutkan, bakteri baik dalam tubuh seperti probotik, yang dalam hal ini populasi mikrobiota di dalam usus bayi dipengaruhi oleh factor genetic, cara persaÂlinan, lingkungan saat kelahiran dan pola atau kebiasaan pemÂbeÂrian makanan.
Sebaliknya pada bayi yang lahir Caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum dan vagina ibu, jadi tidak ada kesempatan kontak dengan miÂkroÂbiota normal di jalan lahir.
Selain itu, untuk menghindari infeksi pascaoperasi, ibu biaÂsanya diberi antibiotic yang disalurkan ke bayinya melalui plasenta. Akibatnya kolonisasi bakÂteri menguntungkan (proÂbioÂtik) di saluran cerna terhambat.
Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi saat persaÂlinan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pemaÂtangan sistem kekebalannya.
Prof DR Dr med Ali Baziad SpOG(K) Brawijaya Hospital di acara yang sama juga mengÂungÂkapkan, ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara Caesar, bayi yang lahir cenderung meÂmiliki kandungan probiotik yang lebih sedikit di dalam tubuhnya. MiÂkrobiota pada saluran cerna bayi yang baru lahir yang memeÂgang peran utama mengaktifkan sistem kekebalan adalah keÂlompok BifiÂdobacteria dan LacÂtobacilli.
“Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi,†tutur Ali.
Menurut dia, kebanyakan ibu-ibu zaman sekarang lebih memiÂlih melahirkan secara Caesar, karena alasan praktis. Namun lebih dari itu semua, jika lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik, akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi justru semakin tinggi. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: