Bayi Lahir Normal Lebih Kebal Dari Caesar

Minggu, 25 Maret 2012, 08:15 WIB
Bayi Lahir Normal Lebih Kebal Dari Caesar
ilustrasi/ist
RMOL.Kehidupan modern yang ingin lebih praktis, ternyata tak selamanya berdampak baik bagi kesehatan. Seperti halnya me­lahirkan normal jauh lebih baik dibandingkan dengan kelahiran caesar, karena risiko alergi anak ternyata lebih besar pada ke­lahiran Caesar.

Hal ini dikarenakan, pada saat melahirkan secara normal, ter­dapat bakteri-bakteri baik dalam tubuh ibu hamil saat melahirkan yang dibutuhkan bayi. Probiotik terdapat pada ibu yang mela­hir­kan normal, ini berguna untuk mencegah kelainan usus pada bayi bayi yang baru lahir.

Sebaliknya, jika pada kelahiran caesar, justru bayi yang lahir tidak kebal terhadap alergi dan asma. Dan kelahiran secara nor­mal sangatlah jauh lebih baik, karena membuat bayi lebih sehat.

“Kelahiran normal melalui vagina mampu memberikan bak­teri-bakteri yang menguntungkan sebagai imunitas kepada bayi, agar bayi lebih kebal terhadap infeksi kuman berbahaya mau­pun alergi di masa pertu­m­buhan­nya kelak,” jelas Erika Isolauri, MD, D.Med. Sci.

Sebelumnya dr. Isolauri juga menyebutkan, bakteri baik dalam tubuh seperti probotik, yang dalam hal ini populasi mikrobiota di dalam usus bayi dipengaruhi oleh factor genetic, cara persa­linan, lingkungan saat kelahiran dan pola atau kebiasaan pem­be­rian makanan.

Sebaliknya pada bayi yang lahir Caesar, proses persalinan dilakukan di ruangan steril. Bayi diambil langsung dari rahim ibu tanpa kontak dengan area rektum dan vagina ibu, jadi tidak ada kesempatan kontak dengan mi­kro­biota normal di jalan lahir.

Selain itu, untuk menghindari infeksi pascaoperasi, ibu bia­sanya diberi antibiotic yang disalurkan ke bayinya melalui plasenta. Akibatnya kolonisasi bak­teri menguntungkan (pro­bio­tik) di saluran cerna terhambat.

Padahal inisiasi koloni bakteri yang diperoleh bayi saat persa­linan normal berpengaruh kuat pada perkembangan dan pema­tangan sistem kekebalannya.

Prof DR Dr med Ali Baziad SpOG(K) Brawijaya Hospital di acara yang sama juga meng­ung­kapkan, ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara Caesar, bayi yang lahir cenderung me­miliki kandungan probiotik yang lebih sedikit di dalam tubuhnya. Mi­krobiota pada saluran cerna bayi yang baru lahir yang meme­gang peran utama mengaktifkan sistem kekebalan adalah ke­lompok Bifi­dobacteria dan Lac­tobacilli.

“Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi,” tutur Ali.

Menurut dia, kebanyakan ibu-ibu zaman sekarang lebih memi­lih melahirkan secara Caesar, karena alasan praktis. Namun lebih dari itu semua, jika lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik, akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi justru semakin tinggi. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA