Pelaksanaan Tiga Proyek Infrastruktur Tertunda

Pinjaman Dari China Belum Cair

Sabtu, 24 Maret 2012, 08:00 WIB
Pelaksanaan Tiga Proyek  Infrastruktur Tertunda
ilustrasi, tol
RMOL.Akibat belum mendapatkan persetujuan pinjaman dari China, proyek yang dicanangkan Ke­men­terian Pekerjaan Umum (PU) ter­kait proses kontruksi tiga pro­yek infrastruktur yang semula ditargetkan awal Maret, terpaksa ditunda. Pinjaman tersebut men­capai 330 juta dolar AS.

Ketiga proyek infrastruktur yang dibiayai dari dana pinjaman China tersebut, yaitu ruas tol Medan-Kua­lanamu dengan nilai pinjaman 137 juta dolar AS. Lalu ruas jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawu (Ci­sumdawu) sebesar 100 juta dolar AS dan pem­bangunan jembatan Sei Tayan di Kaliman­tan senilai 93 juta dolar AS.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Ke­men­te­rian Pekerjaan Umum (PU) Tau­fik Widjayanto menga­takan, saat ini pihaknya masih me­nung­gu proses persetujuan pin­jaman dari China.

Ini lantaran pihak China Exim Bank yang merupakan per­wa­kilan dari Pemerintah China ma­sih meminta berbagai macam kelengkapan dokumen terkait pro­yek maupun anggaran se­belum memberikan persetujuan.

“Target kami sebetulnya bulan ini bisa mulai pengerjaan kons­truksi, tapi masih ada dokumen yang diminta. Keleng­ka­pan­nya sudah sampai di China Exim Bank, kami tinggal me­nunggu. Mudah-mudahan bisa se­gera disetujui,” kata Taufik di Jakarta.

Menurut Taufik, jika China telah memberi persetujuan pem­berian pinjaman, maka proses pembangunan konstruksi itu da­pat segera dilaksanakan tanpa harus melalui prosedur ke Ke­menterian Keuangan lagi.

Dirjen Bina Marga Kemen­te­rian PU Djoko Murjanto me­nam­bahkan, proses konstruksi tiga proyek tersebut masih belum da­pat dilaksanakan hingga saat ini. Menurutnya, hal ini terjadi ka­rena pinjaman dari Pemerintah China berbeda dari negara lainnya,

“Mereka terlebih dahulu harus menentukan siapa pemenang kon­trak yang ditawarkan. Setelah pe­menang didapat, barulah ber­lanjut ke penandatanganan pin­jaman, yang dilanjutkan dengan proses konstruksi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyatakan kontraktor BUMN Hutama Kaya sebagai pemenang dan bekerja sama dengan dua kon­traktor China CHEC CSEC menggarap proyek tol Medan-Kualanamu. Nilai investasi untuk proyek ini 152,22 juta dolar AS, di mana 137 juta dolar AS berasal dari pinjaman China dan 15,22 juta dolar AS berasal dari APBN.

Proses konstruksi Medan-Kualanamu diperkirakan me­makan waktu 24 bulan, diharap­kan proses pengerjaan fisiknya selesai akhir pertengahan 2014.

Sementara Shanghai Corp ber­sama dua kontraktor BUMN, yaitu PT Wijaka Karya dan PT Was­kita Karya memenangkan proyek jalan tol Cilenyi-Su­me­dang-Dawu (Cisumdawu) tahap I yang mendapatkan pinja­man 100 juta dolar AS dengan dana pendamping APBN 11,11 juta dolar AS. Waktu pengerjaan pro­yek ini sekitar 18 bulan dan di­ha­rapkan proses pengerjaan fisik­nya rampung di akhir 2013. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA