Tim Indonesia Cetak 9 Rekor Dunia dan Asia di Asian Games 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 06 Oktober 2026, 00:07 WIB
Tim Indonesia Cetak 9 Rekor Dunia dan Asia di Asian Games 2026
Kontingen Indonesia meraih lima medali emas di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: kemenpora.go.id)
Kecil Besar
rmol news logo Perjuangan Tim Indonesia pada 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ditutup dengan catatan membanggakan. 

Tidak hanya berhasil melampaui target medali emas, atlet-atlet Merah Putih juga meninggalkan jejak prestasi melalui sembilan catatan rekor yang tercipta di ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Tim Indonesia mengakhiri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu, sekaligus melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni empat medali emas. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-16 klasemen akhir. 

Menariknya, lima medali emas Tim Indonesia dipersembahkan cabang olahraga olimpiade, yakni bulu tangkis beregu putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di ganda putra, Rahmat Erwin Abdullah dari angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi dari panjat tebing, serta Nurisa Dian Ashrifah dari panahan. 

Kekuatan Tim Indonesia di Aichi-Nagoya tidak hanya tercermin dari jumlah medali. Performa atlet juga ditandai dengan pencapaian rekor yang mempertegas daya saing di level Asia, bahkan dunia.

Salah satu penampilan paling monumental datang dari Rahmat Erwin Abdullah di nomor men’s 75kg angkat besi. Rahmat tampil dominan dengan mencatat 206 kg pada clean & jerk dan 366 kg total angkatan sekaligus tercatat sebagai rekor dunia, serta masuk sebagai rekor Asia dan Asian Games.

Dengan demikian, penampilan Rahmat menghasilkan enam catatan rekor sekaligus: tiga kategori rekor untuk clean & jerk 206 kg dan tiga kategori untuk total 366 kg, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games, termasuk mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia. 

Rekor berikutnya datang dari cabang olahraga panjat tebing yang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan Indonesia di level Asia. 

Aditya Tri Syahri memperbarui Asian Games Record nomor men’s speed dengan catatan 4,62 detik, mempertajam catatan sebelumnya 4,95 detik yang dibuat Veddriq Leonardo di Hangzhou.

Sementara itu, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas usai mencatat waktu 6,062 detik pada nomor women’s speed berhasil memperbarui Asian Record, sekaligus menjadi Asian Games Record. 

Sebelumnya, Desak memegang catatan 6,07 detik yang dibuat di Meishan untuk kategori rekor Asia, serta 6,52 detik yang dicatat di Hangzhou sebagai rekor Asian Games. 

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, ofisial, cabang olahraga, NOC Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta seluruh pihak yang mendukung perjuangan Tim Indonesia sepanjang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik,” kata Todotua, dikutip Senin 5 Oktober 2026.

Menurut Todotua, pencapaian lima medali emas tersebut menunjukkan bahwa Tim Indonesia berhasil melewati target yang telah ditetapkan.

"Berdasarkan target yang diberikan Kemenpora, empat emas, maka Tim Indonesia dalam Asian Games ini bisa mencapai sebanyak lima emas," kata Todotua. 

Todotua menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara Tim CdM, NOC Indonesia, Kemenpora, serta seluruh cabang olahraga yang berjuang di Aichi-Nagoya.

“Asian Games adalah ajang pertarungan yang penuh dengan tantangan. Tapi dengan koordinasi yang baik, dengan konsolidasi yang baik, kami dengan NOC, dengan Kemenpora dan khususnya para cabang olahraga yang mengikuti kompetisi ini, kita berkoordinasi dengan baik,” kata Todotua.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai tantangan nonteknis yang muncul selama pelaksanaan Asian Games dapat diantisipasi sehingga fokus utama tetap terjaga pada perjuangan atlet di arena pertandingan

“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik," kata Todotua. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA