Keputusan tersebut diambil usai Kapolri menerima audiensi jajaran direksi TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juni 2026. Pertemuan itu secara khusus membahas kerja sama hak siar nobar, perizinan, hingga skema pengamanan.
"Polri akan membantu mengajak masyarakat nobar, mulai dari Mabes, Polda, Polres, dan Polsek di seluruh wilayah," kata Jenderal Sigit.
Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan, pemanfaatan kantor polisi sebagai lokasi nobar gratis bukan sekadar memberikan hiburan segar bagi masyarakat, melainkan ada misi perputaran ekonomi di dalamnya.
Sigit ingin momentum demam bola ini menjadi berkah bagi para pelaku usaha kecil di daerah.
"Ini bisa menjadi hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM di tingkat basis wilayah masing-masing," ujarnya.
Tak hanya itu, jenderal bintang empat ini menilai atmosfer nobar yang cair bisa menjadi instrumen strategis bagi kepolisian dalam melakukan pendekatan humanis ke masyarakat.
Melalui ruang interaksi non-formal ini, aparat bisa menyelipkan pesan-pesan edukasi terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
"Kerja sama ini juga menjadi hal yang sangat baik buat institusi Polri, khususnya menjelang Hari Bhayangkara," tambah Sigit.
Guna menyukseskan program ini, Kapolri memastikan pihak kepolisian akan mempermudah seluruh proses administrasi dan perizinan terkait pelaksanaan nobar, sekaligus menjamin keamanan di setiap lokasi acara.
"Kita akan bantu apa saja yang nanti diperlukan, mulai dari perizinan sampai dengan pengamanan. Selamat dan mari kita nobar bersama-sama Piala Dunia untuk menjadi hiburan bagi kita semua," pungkas Sigit.
BERITA TERKAIT: