Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Jumat, 24 April 2026, 23:09 WIB
Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Dokumentasi RMOL)
rmol news logo Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memang layak dicopot menjadi menteri.

Pasalnya, beberapa kebijakan Bahlil dinilai merugikan publik, terlebih soal kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di tengah harga minyak dunia yang sudah melandai dan ketersediaan gas LPG.

"Bahlil memang 'auto pilot' dari awal kabinet. Lihat saja dampak dari kebijakannya ada 'Insiden Tragis Warga Meninggal', di mana seorang warga lanjut usia (lansia) berumur 62 tahun di Pamulang Barat, Tangerang Selatan, meninggal dunia pada Senin, 3 Februari 2025," kata Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.

"Diduga kelelahan setelah mengantre LPG 3 kg selama satu jam dan berjalan kaki sejauh 500 meter," sambung Hari.

Lanjut dia, dari rekam jejak tersebut Bahlil bisa dibilang telah menyengsarakan rakyat 

"Lalu, berapa nyawa lagi yang akan dihabisi dampak dari kebijakannya. Presiden kalau mau reshuffle jangan ragu, apa karena faktor umur Presiden Prabowo Subianto menjadi peragu?" tegasnya.

Sementara itu, di kesempatan berbeda Kapolsek Pamulang Kompol Widya Agustiono mengatakan polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

Hasilnya, ibu tersebut memang datang ke agen LPG 3 kg tapi tidak ada antrean saat itu.

Di sisi lain, Bahlil juga dianggap sebaai beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menangani persoalan energi nasional.

Hal itu terlihat saat Indonesia menghadapi gangguan pasokan energi akibat tertahannya dua kapal milik Pertamina di Selat Hormuz, Iran.

Kondisi tersebut memaksa pemerintah mencari sumber energi alternatif dari negara lain guna mengantisipasi kekurangan dalam negeri.

Sayangnya, Presiden Prabowo Subianto harus mengambil langkah keliling negara-negara sahabat untuk mencari stok minyak yang seharusnya menjadi tugas Bahlil. rmol news logo article 


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA