Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan, langkah Prabowo tersebut merupakan upaya membangun komunikasi strategis antara pemerintah dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.
“Presiden Prabowo memahami bahwa umat Islam di Indonesia memiliki perhatian besar terhadap perkembangan geopolitik global, khususnya yang menyangkut dunia Islam," kata Amir, dikutip Sabtu 7 Maret 2026.
Dengan mengundang para ulama ke Istana, kata Amir, Prabowo ingin mendengar langsung aspirasi dan pandangan mereka.
Amir menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar. Konflik di berbagai kawasan, meningkatnya rivalitas kekuatan global, hingga isu kemanusiaan di sejumlah negara Muslim menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Dalam konteks tersebut, pemerintah Indonesia dinilai perlu membangun komunikasi yang kuat dengan para tokoh agama agar setiap kebijakan yang diambil juga mempertimbangkan sensitivitas umat.
Ia menilai langkah Prabowo tersebut menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif dan dialogis. Pemerintah tidak hanya melihat persoalan global dari perspektif diplomasi negara, tetapi juga dari sudut pandang moral dan kemanusiaan yang sering kali disuarakan oleh para ulama.
“Aspirasi umat tentu menjadi bagian penting dalam pembentukan sikap politik luar negeri maupun kebijakan nasional,” pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: