Farah.ID
Farah.ID

Besok Di Tasik, Wapres Dan Muhaimin Dijadwalkan Buka Rembuknas BLK Komunitas

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 07 Juni 2021, 19:00 WIB
Besok Di Tasik, Wapres Dan Muhaimin Dijadwalkan Buka Rembuknas BLK Komunitas
Wakil Presiden Maruf Amin dan Wakil Ketua DPR A. Muhaimin Iskandar dalam sebuah kesempatan/Net
Wakil Presiden Maruf Amin dan Wakil Ketua DPR A. Muhaimin Iskandar dijadwalkan membuka Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan BLK Komunitas di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (8/6). Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

"Ini bentuk komitmen Kemnaker untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia melalui pelatihan yang diselenggarakan di BLK dan BLK Komunitas," kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangannya, Senin (7/6).

Menaker juga berpesan tentang pentingnya mutu program pelatihan ini. Lulusan harus memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja agar mereka mampu terserap industri dan punya kemampuan memadai. Di sisi lain, untuk menjamin manfaat serta keberlangsungan BLK di masing-masing daerah.

Dia mendorong pengelola BLK Komunitas bisa memanfaatkan segala sumber daya untuk mendukung program BLK, termasuk merangkul para pemangku kepentingan dari semua kalangan.

"Jadi, jangan sampai BLK mangkrak atau berubah fungsi dari tujuan pendiriannya setelah tidak mendapatkan paket pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan," kata Menaker Ida.

Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Analisis Kebijakan Publik The Prakarsa, Ahmad Maftuchan menilai BLK Komunitas punya peranan strategis dalam memastikan ketersediaan tenaga kerja berkualitas melalui pelatihan vokasi.

"Kehadiran BLK Komunitas memang dibutuhkan, apalagi di masa pandemi seperti ini," katanya.

Sementara itu, Pimpinan BLK Komunitas Attaubah, Pondok Pesantren Kaum, Karawang, Hendro Wibowo, mengatakan seiring dengan semakin ketatnya persaingan dunia kerja, BLK Komunitas menjadi solusi bagi warga yang ingin meningkatkan kompetensinya.

"Alhamdulillah banyak menghasilkan SDM yang kompeten. Segmentasi usia produktif yang mengikuti pelatihan juga memberi banyak kesempatan para peserta untuk memilih ingin menjadi apa setelah ikut program ini," ucapnya.

ARTIKEL LAINNYA