Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

3 Pelaku Perdagangan Manusia Diamankan Satreskrim Polres Majalengka

Kasatreskrim Polres Majalengka, AKP Siswo DC Tarigan/RMOLJabar

Satuan Reserse Kriminal Polres Majalengka mengungkap kasus tindak pidana perdagangan manusia yang dengan korban seorang remaja perempuan asal Kabupaten Majalengka.

Seperti yang disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Syamsul Huda melalui Kasatreskrim AKP Siswo DC Tarigan, saat ini pihaknya telah berhasil menangkap 3 orang dalam kasus human trafficking.

"Polisi sudah menahan tiga orang tersangka, termasuk seorang perempuan," ujar Siswo Tarigan saat konferensi pers, Senin (18/1).

Siswo menjelaskan, kasus perdagangan orang atau human trafficking dengan modus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tersebut terungkap berkat laporan dari keluarga korban ke Polres Majalengka.

Peristiwa tersebut bermula ketika korban berinisial IN ditawari kerja di luar negeri. IN pun mendaftar dan melengkapi syarat-syarat, lalu dimasukan ke BLK di Indramayu.

Setelah 2,5 bulan korban dipulangkan ke rumah karena situasi pandemi. Lalu sekira November 2020, ia dihubungi dan diminta untuk mengirimkan foto diri untuk diberangkatkan ke Abu Dhabi dengan alasan bahwa ke Malaysia masih lama.

"Saat itu, korban tidak menanggapinya karena korban tidak diperkenankan untuk pelatihan bahasa kembali di BLK," ungkap Siswo.

Akan tetapi, pada Kamis (24/12), tersangka datang ke rumah korban dan memaksa korban untuk berangkat ke Jakarta dengan alasan bahwa visa sudah turun dan biaya untuk tes swab sudah dibayar.

Kemudian pada 25 Desember 2020 sekira pukul 08.00 WIB, korban dijemput oleh terlapor dan berangkat menuju Jakarta.

Namun di perjalanan korban dialihkan ke mobil travel. Sesampainya di Jakarta ia dijemput rekan tersangka lainnya yang mengaku pihak PT dan membawa korban ke penampungan (berupa Ruko).

"Di sana (penampungan) korban malah diperbantukan untuk masak-masak, untuk jualan warung nasi," jelas Siswo.

Saat di penampungan, korban mendengar dari orang yang ada di penampungan tersebut, bahwa dirinya akan diberangkatkan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Korban kemudian mengetahui kalau UEA masih tertutup untuk pengiriman TKI. Korban juga mengetahui bahwa akan diberangkatkan dengan menggunakan identitas orang lain atau ilegal.

"Karena takut akhirnya korban menghubungi keluarganya, sehingga keluarganya melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian Polres Majalengka," imbuhnya.

Saat ini, tersangka berikut sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolres Majalengka untuk dilakukan proses lebih lanjut. Para tersangka diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

"Hal ini berdasarkan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang atau berdasarkan UU Pelindungan Pekerja Migran," tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

Artikel Lainnya

Di Mataram, TNI-Polri Bersinergi Gelar Razia Ke Tempat Hiburan Malam

Di Mataram, TNI-Polri Bersiner..

Minggu, 28 Februari 2021
Di Polda Jatim Kini Perpanjang SIM Cukup Melalui Ponsel

Di Polda Jatim Kini Perpanjang..

Minggu, 28 Februari 2021
Polisi Sebut Tak Ada Pelanggaran Hukum Dalam Kerumunan Presiden Di Maumere

Polisi Sebut Tak Ada Pelanggar..

Sabtu, 27 Februari 2021
12 Terduga Teroris Yang Digulung Densus Di Jatim Kelompok JI

12 Terduga Teroris Yang Digulu..

Sabtu, 27 Februari 2021
Panglima TNI Dan Kapolri Bakar Semangat Satgas Nemangkawi Papua

Panglima TNI Dan Kapolri Bakar..

Sabtu, 27 Februari 2021
Densus 88 Gulung 12 Terduga Teroris Di Jawa Timur

Densus 88 Gulung 12 Terduga Te..

Jumat, 26 Februari 2021
Polda Metro Jelaskan Intel Polisi Yang Dituduh Maling Di Kebon Kacang

Polda Metro Jelaskan Intel Pol..

Jumat, 26 Februari 2021
Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapolri Kepada Babinsa Dan Bhabinkamtibmas se-Papua

Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapol..

Jumat, 26 Februari 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia