Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Beraksi Sejak Oktober 2020, Sindikat Pemalsuan Surat Bebas Covid-19 Dibongkar Polres Bandara Soetta

Para pelaku pemalsuan surat bebas Covid-19 di Mapolres Bandara Soekarno-Hatta/RMOLBanten

Sedikitnya 15 pelaku sindikat pemalsuan surat bebas Covid-19 telah diamankan jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta. Para pelaku kini terancam hukuman 6 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, mereka merupakan sindikat yang telah beraksi sejak Oktober 2020.

"Mereka diduga sudah melakukan aksi ini dari bulan Oktober 2020," kata Yusri di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1).

Yusri menuturkan, kerja 15 pelaku tersebut cukup terorganisir. Mereka melakukan pemalsuan surat mulai dari fasilitas kesehatan (Faskes) tempat rapid test hingga ke pemeriksaan surat.

Ditambahkan Yusri, sindikat ini terdiri dari para oknum petugas yang pernah bekerja di Bandara Soekarno-Hatta. Di mana, mereka sudah terbiasa untuk keluar masuk Bandara Soekarno-Hatta.

"Ada salah satu pelaku yang merupakan aktor intelektual. Dia yang memiliki ide untuk melakukan kejahatan ini karena memang pernah menjadi relawan di KKP sehingga tahu persis proses pemeriksaan surat bebas Covid-19," jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Pelaku tersebut berinisial DS, yang bertugas untuk mengorganisir ke 14 pelaku lainnya.

Sedangkan, pelaku lain berinisial U juga merupakan mantan relawan di fasilitas Health Center milik Kimia Farma.

"U ini yang bertugas untuk menyiapkan file pdf untuk dipalsukan, jadi dia yang menyiapkan kop surat, cap, tandatangan, bagaimana bisa terlihat asli," tuturnya.

Yusri mengungkapkan, sindikat tersebut juga memiliki pelaku yang bertugas untuk mencari target konsumen yang ingin membuat surat bebas Covid-19 tersebut. Mereka adalah MHJ, M, ZAP, AA, U, YS, SB, S, S alias C, IS, C alias S, RAS, dan PA.

"Jadi mereka ini bertugas untuk menjaring konsumen, nanti seluruhnya berhubungan dengan MHJ, di mana MHJ yang akan menyampaikan ke U dan DS, nanti AA yang bertugas mencetak surat tersebut," lanjut Yusri.

Seluruh 15 pelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
EDITOR: AGUS DWI

Artikel Lainnya

Di Mataram, TNI-Polri Bersinergi Gelar Razia Ke Tempat Hiburan Malam

Di Mataram, TNI-Polri Bersiner..

Minggu, 28 Februari 2021
Di Polda Jatim Kini Perpanjang SIM Cukup Melalui Ponsel

Di Polda Jatim Kini Perpanjang..

Minggu, 28 Februari 2021
Polisi Sebut Tak Ada Pelanggaran Hukum Dalam Kerumunan Presiden Di Maumere

Polisi Sebut Tak Ada Pelanggar..

Sabtu, 27 Februari 2021
12 Terduga Teroris Yang Digulung Densus Di Jatim Kelompok JI

12 Terduga Teroris Yang Digulu..

Sabtu, 27 Februari 2021
Panglima TNI Dan Kapolri Bakar Semangat Satgas Nemangkawi Papua

Panglima TNI Dan Kapolri Bakar..

Sabtu, 27 Februari 2021
Densus 88 Gulung 12 Terduga Teroris Di Jawa Timur

Densus 88 Gulung 12 Terduga Te..

Jumat, 26 Februari 2021
Polda Metro Jelaskan Intel Polisi Yang Dituduh Maling Di Kebon Kacang

Polda Metro Jelaskan Intel Pol..

Jumat, 26 Februari 2021
Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapolri Kepada Babinsa Dan Bhabinkamtibmas se-Papua

Edukasi RUU Otsus, Pesan Kapol..

Jumat, 26 Februari 2021
Kepolisian Negara Republik Indonesia