A Beautiful Heart

Russel Crowe sebagai John Nash dalam ''A Beautiful Mind"/Net

PADA upacara anugrah Nobel di Stockholm, Swedia Desember 1994, maha matematikawan John Nash menyampaikan orasi penerimaan anugrah Nobel kepada dirinya sebagai berikut:

I have always believed in numbers and the equations and logics that lead to reason. But after a lifetime of such pursuit I ask : what is logic ? Who decides reason ? My quest has taken me through the physical , the metaphysical, the dellusional and back and I have made the most important dioscovery of my career. The most important discovery in my life . It is only the mysterious equations of love that any logic of reasons can be found. I am only here tonight because of you. You are the reason I am. Your are all my reasons. Thank you“.

Khayalan

Suatu orasi luar biasa indah mengharubiru sanubari diucapkan seorang penerima anugrah Nobel untuk ekonomi di hadapan hadirin terdiri dar para tokoh ilmuwan terkemuka internasional sampai raja dan ratu Swedia.

Namun orasi indah mengharukan itu diucapkan bukan oleh mahaguru universitas Princeton, John Nash tetapi oleh bintang film Australia, Russel Crowe yang berperan sebagai John Nash dalam film “A Beautiful Mind” disutradarai Ron Howard yang pada tahun 2002 sempat memenangkan piala Oscar sebagai film terbaik.

Dan pada kenyataan kehidupan yang sebenarnya, John Nash memang menggubah game theory yang dianggap berjasa terhadap hubungan ekonomi antar bangsa di planet bumi ini, namun tidak pernah menyampaikan orasi indah menggetar sukma seperti yang ditampilkan pada adegan episod terakhir film “A Beautiful Mind”.

Ojo Dumeh


Namun saya tidak keberatan atas kenyataan bahwa adegan dan orasi indah tersebut sekadar khayalan Ron Howard. Sebagai pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan, saya tetap menghargai pidato fiktif tersebut sebagai mahakarya untaian kata dan kalimat yang secara indah mengajak manusia untuk bersikap ojo dumeh menjauhkan diri dari arogansi intelektual.

Adegan akhir film tersebut mengajak kita semua untuk bukan hanya memiliki A Beautiful Mind, namun juga A Beautiful Heart.

Demi tetap membumi dengan bekal kesadaran kerendahan hati seyogianya manusia senantiasa gigih berjuang mendekatkan diri ke kesempurnaan dengan menjunjung tinggi kasih-sayang sebagai bagian utama kemanusiaan. 

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Menelaah Makna Matematikal 1729
Jaya Suprana

Menelaah Makna Matematikal 1..

01 Desember 2020 09:35
Angkamologi Sepuluh
Jaya Suprana

Angkamologi Sepuluh

30 November 2020 08:23
Epistemologika Bingungologi
Jaya Suprana

Epistemologika Bingungologi

29 November 2020 07:05
Riwayat
Jaya Suprana

Riwayat Happy Birthday To Yo..

28 November 2020 09:59
The Old Man And The Sea
Jaya Suprana

The Old Man And The Sea

27 November 2020 09:16
Ekonomi Kreatif Baliho Dan Papan Bunga
Jaya Suprana

Ekonomi Kreatif Baliho Dan P..

25 November 2020 20:23
Angkamologi Nol
Jaya Suprana

Angkamologi Nol

24 November 2020 08:47
Andaikatamologi Quantum Computing
Jaya Suprana

Andaikatamologi Quantum Comp..

23 November 2020 10:26