Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Polri Imbau Pendemo Tak Bikin Rusuh Dan Waspadai Penyusup

Irjen Argo Yuwono/RMOL

Sejumlah elemen buruh dan mahasiswa berencana menggelar demonstrasi lanjutan tolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, pada esok hari di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasinya untuk tertib dan tidak melakukan kerusuhan atau aksi anarkisme.

"Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi untuk tetap tertib, damai dan mematuhi aturan hukum yang berlaku," kata Argo dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (20/10).

Menyampaikan aspirasi memang diatur dalam undang-undang. Namun, kata Argo, aksi unjuk rasa yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan mengganggu ketertiban tidak dibenarkan dalam payung hukum manapun.

"Tetap waspadai adanya celah penyusup yang ingin melakukan kerusuhan seperti pembakaran fasilitas umum yang akan menghambat kepentingan umum," ujar jenderal bintang dua itu.

Tak hanya itu, Argo juga mengingatkan kepada pendemo untuk tidak mudah termakan informasi palsu atau hoaks. Pasalnya, dalam hal ini Polri telah melakukan pengungkapan adanya upaya-upaya provokasi demo penolakan UU Cipta Kerja untuk berakhir rusuh.

"Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan adanya oknum-oknum yang berusaha menyusup untuk melakukan provokasi, sehingga unjuk rasa berakhir kerusuhan," ungkapnya.

Sebelumnya Polri mengungkap adanya dugaan provokasi yang dilakukan oleh empat orang anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan, Sumatera Utara.

Dalam hal ini diketahui aksi provokasi itu dilakukan di Grup WhatsApp (WAG). Diantaranya adalah melempari, Gedung DPR dan polisi dengan batu hingga menyiapkan bom molotov.

Bahkan, dalam komunikasi itu terdapat adanya provokasi agar membuat skenario demo tolak UU Cipta Kerja layaknya seperti kondisi Reformasi tahun 1998. Misalnya seperti penjarahan toko Cina dan rumah-rumahnya, bahkan preman diikutkan untuk menjarah.

Keempat tersangka dengan inisial KA, J, NZ dan WRP itu sengaja memprovokasi di Grup WA untuk mendorong demonstran melakukan aksi unjuk rasa yang anarkis, melakukan vandalisme dan melukai aparat
EDITOR: IDHAM ANHARI

Artikel Lainnya

Polisi Bakal Bubarkan Kerumunan Massa Penolak Habib Rizieq

Polisi Bakal Bubarkan Kerumuna..

Rabu, 25 November 2020
Disebut Memberi Restu Bagi Napoleon Bertemu Tommy Sumardi, Kabareskrim Atasan Langsung Kahubinter Polri?

Disebut Memberi Restu Bagi Nap..

Rabu, 25 November 2020
Ada Nama Aziz Syamsuddin Di Sidang Irjen Napoleon, Polisi: Kita Simak Sama-sama

Ada Nama Aziz Syamsuddin Di Si..

Rabu, 25 November 2020
Era Pak Idham Azis Tidak Ada Lagi Anjak, Kombes Usai Sekolah Langsung Dapat Job

Era Pak Idham Azis Tidak Ada L..

Rabu, 25 November 2020
Kumpulkan 34 Kapolda Di Mabes, Kapolri Ingatkan Netralitas Hingga Operasi Simpatik

Kumpulkan 34 Kapolda Di Mabes,..

Rabu, 25 November 2020
Apel Kasatwil, Kapolri Pecut Kapolda Tegakan Prokes

Apel Kasatwil, Kapolri Pecut K..

Rabu, 25 November 2020
Hari Kedua PSBM, Tim Gabungan Disiplin Prokes Majalengka Gelar Operasi Yustisi

Hari Kedua PSBM, Tim Gabungan ..

Rabu, 25 November 2020
Polisi Patroli Siber, Sisir Baliho Digital Habib Rizieq Di Medsos

Polisi Patroli Siber, Sisir Ba..

Rabu, 25 November 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia