Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Hendri Alfred, Bandar Sabu Yang Ditangkap Polisi Ngeluh Kena Asma Sebelum Tewas

Autopsi tersangka Hendri Alfred di RS Bhayangkara Polda Kepri/Ist

Hendri Alfred, seorang yang ditangkap jajaran Polres Barelang, Batam, Kepulauan Riau karena kedapatan menyimpan 1,41 gram sabu sempat mengeluhkan sesak dada atau asma sebelum tewas.

Kapolres Barelang, Kombes Purwadi Wahyu Anggoro menjelaskan, pasca ditangkap 6 Agustus 2020 bersama tiga orang lainya yaitu SM, IN, dan AM, polisi mendapat keterangan dari salah satu tersangka bahwa Hendri masih menyimpan 106 kg sabu.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dengan membawa Hendri untuk menunjukkan sisa barang haram tersebut di rumah kosong yang ada di Belakang Padang, Kota Batam namun hasilnya nihil.

“Pada 8 Agustus pukul 04.30, Hendri mengeluh bahwa dadanya sesak dan memiliki riwayat asma. Dia meminta untuk dibelikan obat asma (spray),” kata Purwadi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8).

Setelah dibelikan obat, Hendri kemudian tidur di sofa ruang penyidikan dan kembali mengeluhkan sakit pada bagian dada lalu meminta untuk dibawa ke dokter. Sekitar pukul 05.45,tim Opsnal Polres Barelang membawa Hendri ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Batam.

“Setelah beberapa jam diberikan bantuan pernapasan oleh medis, tersangka Hendri dinyatakan oleh pihak RS meninggal dunia pukul 07.13 WIB,” jelas Purwadi.

Terkait dengan ditutupnya wajah Hendri dengan lakban, kata Purwadi adalah kebijakan dari Rumah Sakit dalam upaya menghindari penularan Covid-19. Pasalnya, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Hendri mengalami sesak nafas.

“Soal penutup kepala adalah kewenangan rumah sakit,” tekan Purwadi.

Hingga saat ini, Purwadi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum tim medis RS Bhayangkara, Polda Kepri untuk mengetahui penyebab sebenarnya kematian Hendri Alfred Bakary sekaligus untuk menjawab tuduhan penganiayaan aparat kepolisian saat mengamankan Hendri.

Karena sebelumnya, kata dia, pihak keluarga Hendri telah melihat langsung jenazah dengan membuka penutup wajah dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

"Penangkapan sesuai prosedur, tidak akan ada penganiayaan, keluarga tersangka sudah lihat langsung,” ungkap Purwadi.

Purwadi menjelaskan, Hendri bukan merupakan pelaku yang berdiri sendiri dalam kasus narkotika yang sedang ditangani. Menurutnya, Hendri merupakan jaringan peredaran narkoba, dan menjadi bagian dari pengembangan kasus narkotika jenis sabu sebanyak 38 kg yang berhasil diamankan Lanal Batam beberapa waktu lalu.

"Hasil riksa, saksi ada sempat melihat barang (sabu) tersebut dan sudah sebagian beredar, sisa sekitar 106 kg tersebut. Barang itu belum ditemukan karena Otong (Hendri) yang simpan. Kita masih cek beberapa lokasi yang mungkin sebagai tempat menyimpan," ungkap Purwadi.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Artikel Lainnya

Sudah Raup Untung Rp 100 Juta, Penipu Anak Presiden Jokowi Masih Pelajar SMP

Sudah Raup Untung Rp 100 Juta,..

Jumat, 18 September 2020
Korlantas Gelar Rapid Test Massal Di Pelayanan SIM Dan STNK

Korlantas Gelar Rapid Test Mas..

Jumat, 18 September 2020
Tim Gabungan Mulai Gelar Perkara Penyidikan Kebakaran Gedung Kejagung

Tim Gabungan Mulai Gelar Perka..

Jumat, 18 September 2020
Polisi Temukan Lima Mayat Dalam Freezer Di Kapal Ikan Star Indo Jaya

Polisi Temukan Lima Mayat Dala..

Jumat, 18 September 2020
Berhasil Ungkap Kasus Besar, Empat Anggota Polsek Boja Diberi Penghargaan

Berhasil Ungkap Kasus Besar, E..

Kamis, 17 September 2020
Kapolda, Danrem Hingga Gubernur Kalsel Blusukan Bagikan Masker

Kapolda, Danrem Hingga Gubernu..

Kamis, 17 September 2020
Ada Sanksi Pidana, Kapolda NTB Ingatkan Cakada Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Ada Sanksi Pidana, Kapolda NTB..

Kamis, 17 September 2020
Naik Penyidikan, <i>Police Line</i> Kebakaran Gedung Kejagung Dibuka

Naik Penyidikan, Police Line K..

Kamis, 17 September 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia