Media Anti Sosial

Jaya Suprana/Istimewa

BERBAGAI definisi bermunculan terhadap apa yang disebut sebagai media sosial. Antara lain Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 dan memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content".  

Sosial
Disebut sebagai media sosial akibat memang memiliki potensi personal sekaligus sosial cukup dahsyat. Setiap insan manusia bisa mendayagunakan media sosial dengan fasilitas jaringan internet secara personal, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal, dan dilakukan sendiri tanpa memerlukan tim karyawan untuk berkomunikasi dengan masyarakat di segenap pelosok dunia.

Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, dan memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Media sosial mendemokrasikan teknologi telekomunikasi digital untuk saling berbagi ide, bekerja sama, berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas.

Intinya, menggunakan media sosial menjadikan seseorang sebagai alat aktualisasi diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, aktualisasi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan media sosial berkembang begitu pesat.  

Anti Sosial
Namun di sisi lain, media sosial ibarat pisau bermata dua. Bisa positif, bisa negatif. Bisa konstruktif, bisa destruktif.

Akibat kendali penggunaan medsos memang sepenuhnya bersifat personal pada diri pribadi setiap insan manusia, maka medsos juga potensial digunakan secara buruk terhadap kepentingan sosial.

Medsos dapat leluasa digunakan untuk menghujat, menghina, melecehkan orang atau kelompok lain. Medsos potensial untuk menyebar fitnah seperti halnya surat kaleng.

Berita hoax baik sengaja maupun tidak sengaja oleh pembuatnya maupun penyebarnya ganas merajalela di blantika media sosial.

Medsos rawan disalahgunakan sebagai media untuk menipu publik yang terlanjur percaya kepada medsos.

Penguasa leluasa memanfaatkan potensi medsos sebagai kosmetik public-relations untuk menutupi keburukan kebijakan mereka.

Medsos didayagunakan politisi sebagai senjata ampuh untuk membunuh karakter pihak lawan politik. Janji-janji manis diobral pada saat kampanye pemilu lewat medsos.

Para penyalahguna medsos kreatif menciptakan bentuk-bentuk kriminal baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Bahkan lahir bentuk perang baru yaitu perang medsos antarnegara yang rawan tergelincir menjadi perang sungguhan.

Apabila disalahgunakan, maka sukma sosial pada medsos langsung hilang-lenyap. Setelah kehilangan sukma sosialnya, maka media sosial lebih layak disebut sebagai media anti sosial.  

Penulis pembelajar peradaban dan kebudayaan dunia.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Berikutnya

Budi Dan Amat

Video

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jumat, 10 Juli 2020
Video

Waspada!! Gunung Merapi Menggelembung

Sabtu, 11 Juli 2020

Artikel Lainnya

Kucuk Aya Sofia Camii
Jaya Suprana

Kucuk Aya Sofia Camii

14 Juli 2020 16:13
Budi Dan Amat
Jaya Suprana

Budi Dan Amat

13 Juli 2020 16:52
Amanat Penderitaan Dokter
Jaya Suprana

Amanat Penderitaan Dokter

12 Juli 2020 18:49
Kemustahilan Luar Kepala
Jaya Suprana

Kemustahilan Luar Kepala

11 Juli 2020 23:50
2020 Benar-benar Tahun Tikus
Jaya Suprana

2020 Benar-benar Tahun Tikus

10 Juli 2020 19:25
Desak Cabut Larangan Hiburan, Pekerja Seni Cirebon Bakal Gelar Aksi Hari Ini
Jaya Suprana

Desak Cabut Larangan Hiburan..

10 Juli 2020 08:56
Maju Tak Gentar Melawan Covid-19
Jaya Suprana

Maju Tak Gentar Melawan Covi..

10 Juli 2020 08:55
Mengoreksi Graha
Jaya Suprana

Mengoreksi Graha

09 Juli 2020 08:25