Sang Bunglon

Ilustrasi lukisan Wen Zhengming/Istimewa

APABILA pada abad XVI, Italia punya Leonardo da Vinci, Jerman punya Albrecht Duerer, Spanyol punya El Greco, Prancis punya Germain Pilon, Inggris punya Nicholas Hilliard, maka China punya Wen Zhengming.

Wen Ren
Wen Zhengming adalah mahapelukis dan mahakaligrafis terkemuka dinasti Ming, China yang juga sebagai tersohor sebagai sastrawan dan budayawan. Wen bersama para seniman aliran Wu tradisi wen ren berada di barisan opisi terhadap para profesional seniman penganut gaya akademis di wilayah Zhejiang.

Wen berguru pada pendiri aliran Wu, Shen Zhou, yang sangat mempengaruhi sukma lukisan Wen. Begitu kagum Wen terhadap mahagurunya sehingga kerap menambahkan syair pada lukisan Shen Zhou yang memantapkan posisi Wen sebagai penyair.

Puisi

Wen bersama mahagurunya mengembangkan warisan gaya para pelukis dinasti Song dan Yuan menjadi gaya baru tersendiri. Pada masa puncak kemashuran, Wen dijuluki sebagai “Sang Bunglon” sebab memiliki gaya yang kerap berubah. Sehingga kerap keliru diidentifikasikan oleh pencita seni rupa China.

Istilah “bunglon” sama sekali tidak berkonotasi negatif seperti dalam dunia politik, namun sekadar melukiskan gaya seni yang kerap berubah menyesuaikan diri dengan lingkungan kebutuhan dan tujuan. Mahakarya Wen yang kerap berubah gaya sangat laris dicari oleh para kolektor sejak abad 16 sehingga banyak karya palsu merajalela pada masa akhir dinasti Ming.

Karya-karya puisi Wen Zhengming kerap mendampingi karya-karya senirupa termashurnya terutama yang bertema pemandangan alam sebagai penghormatan terhadap keindahan alam. Di samping puisi dan lukisan, Wen Zhengming juga dikagumi sebagai kaligrafer gaya kaishu  dan xingshu.

Setiap kali terpesona menyaksikan sebuah mahakarya seni-lukis China berhias puisi China, saya pribadi teringat kepada Wen Zhengming.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dunia.

EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

RMOL World View With Colombian Ambassador for Indonesia, H.E Juan Camilo Valancia

Senin, 10 Agustus 2020

Artikel Lainnya

Mahavihara Nalanda
Jaya Suprana

Mahavihara Nalanda

12 Agustus 2020 19:46
Petilasan Peradaban Kuno Antartika
Jaya Suprana

Petilasan Peradaban Kuno Ant..

11 Agustus 2020 22:25
Jacinda Ardern Ojo Dumeh Hadapi Corona
Jaya Suprana

Jacinda Ardern Ojo Dumeh Had..

10 Agustus 2020 18:26
Peradaban Bola
Jaya Suprana

Peradaban Bola

09 Agustus 2020 20:50
Angkamologi Dua
Jaya Suprana

Angkamologi Dua

07 Agustus 2020 22:49
Kemesraan Jerman Dengan China
Jaya Suprana

Kemesraan Jerman Dengan Chin..

06 Agustus 2020 18:32
Mengejawantahkan Empan Papan Secara Empan Papan
Jaya Suprana

Mengejawantahkan Empan Papan..

06 Agustus 2020 09:08
Teka-teki Perbankan Punakawan
Jaya Suprana

Teka-teki Perbankan Punakawa..

05 Agustus 2020 07:37