Alam Bawah Sadar Kolektif

Carl Gustav Jung/Net

DARI para pewaris pemikiran Sigmund Freud, adalah Alfred Adler yang saya kagumi.

Menurut daya tafsir dangkal saya, Alfred Adler paling berupaya mendayagunakan psikologi sebagai pedoman budi pekerti kehidupan sehari-hari yang pada hakikatnya memiliki kemiripan makna dengan Pancasila serta merupakan pelopor psikologi positif.

Lain halnya dengan Carl Gustav Jung yang lebih menjelajah ke ranah spiritual bahkan mistik ketimbang realita kehidupan sehari-hari.

Kritik

Carl Gustav Jung mulai menjauhkan diri dari pengaruh Sigmund Freud dengan mengkritik pemikiran-pemikiran Sigmund Freud terutama mengenai Oedipoes Complex dan kefokusan pada infantile sexuality.

Kemudian Jung mengembangkan versi dirinya sendiri tentang teori psikoanalitikal.

Jung sepaham dengan Freud bahwa masa lalu dan masa kanak-kanak menetapkan perilaku masa depan namun Jung menambahkan bahwa perilaku manusia juga dibentuk oleh aspirasi masing-masing insan dalam menghadapi pengaruh lingkungan sosial.

Pemahaman atas alam bawah sadar Jung juga beda dengan Freud.

Arketipus

Namun pemikiran Jung yang benar-benar mandiri adalah apa yang disebutnya sebagai berbagai arketipus (archetypen) yang merupakan dasar atau akar pemikiran yang universal hadir pada peradaban umat manusia yang tampil melalui impian, cita-cita, sastra, seni atau agama.

Jung yakin bahwa simpul-simpul berbagai kebudayaan kerap kali saling mirip satu dengan lain-lainnya sebab kesemuanya berakar pada arketipus yang sama yang dimiliki seluruh ras manusia sebagai bentuk alam bawah sadar kolektif.

Menurut Jung ada banyak jenis arketipus namun empat jenis yang paling utama adalah persona, anima, bayangan dan diri-sendiri selaras dengan yang tertera pada buku "Archetypen".

Kejawen


Saya pribadi paling tertarik pada buku Carl Gustav Jung berjudul "Antwort auf Hiob" (Jawaban Terhadap Ayub) yang merupakan hasil pemikiran psikoreligius  terhadap persepsi spiritual umat manusia yang menurut sarat ujian bertabur kerikil ketidak-adilan bahkan kekejaman seperti yang tertera di dalam kisah Ayub di dalam Perjanjian Lama Alkitab.

Pergulatan batin Jung yang tersirat di dalam "Antwort auf Hiob" pada dasarnya merupakan dasar keseluruhan pemikiran psikoanalisis Carl Gustav Jung yang mencoba membongkar tabir misteri yang menyelubungi kehadiran umat manusia di alam semesta nan sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Satu diantara kuotasi Jung bersentuhan dengan ajaran Jesus Kristus tentang jangan menghakimi adalah "Berpikir itu sulit, maka manusia cenderung menghakimi".

Saya pribadi merasakan denyut-denyut Kejawen pada aura mistisisme terkandung di dalam religionpsychologischen Ueberlegungen Carl Gustav Jung.

Mahakarya pemikiran Jung memang tidak sepopular Freud akibat Jung memang tidak memiliki daya kesaktian Freud dalam mengekspresikan pendapat secara atraktif dan profokatif maka impresif menyihir kalbu kaum akademisi mau pun kaum awam.

Penulis adalah pembelajar pemikiran para tokoh ilmu perilaku.

Kolom Komentar


Video

Ini kronologi Dua Mobil PCR untuk Surabaya Diserobot Pemprov Jatim

Jumat, 29 Mei 2020
Video

Perahu KN 3 SAUDARA Terhempas Ombak, 1 Orang Nelayan MD

Jumat, 29 Mei 2020

Artikel Lainnya

People Power Versus Corona
Jaya Suprana

People Power Versus Corona

01 Juni 2020 19:46
Tunda Konser Gegara Corona
Jaya Suprana

Tunda Konser Gegara Corona

31 Mei 2020 12:52
Kreativitas Gegara Corona
Jaya Suprana

Kreativitas Gegara Corona

31 Mei 2020 08:05
Dongeng Etimologi Imlek
Jaya Suprana

Dongeng Etimologi Imlek

30 Mei 2020 08:19
Menjelajah Corona
Jaya Suprana

Menjelajah Corona

29 Mei 2020 07:21
Matematika Alice Di Negeri Ajaib
Jaya Suprana

Matematika Alice Di Negeri A..

28 Mei 2020 07:20
Mengusir Bencirona Dan Corona
Jaya Suprana

Mengusir Bencirona Dan Coron..

26 Mei 2020 18:40
Norma Baru
Jaya Suprana

Norma Baru

25 Mei 2020 20:34