Disayangkan, Intervensi Pasar Untuk Tekan Harga Beras Sering Terlambat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 28 Desember 2018, 14:53 WIB
Disayangkan, Intervensi Pasar Untuk Tekan Harga Beras Sering Terlambat
Foto/RMOL
rmol news logo Fluktuasi harga beras di pasar masih terjadi. Walaupun, sekitar 30 ribu ton beras telah masuk ke Pasar Induk Beras Cipinang. Diperkirakan, jumlah beras yang masuk cukup untuk konsumsi warga ibukota 10-12 hari ke depan.

Demikian dikatakan Direktur Operasional Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), Frans Marganda Tambunan dalam acara diskusi publik bertajuk 'Pengendalian Inflasi, Distribusi dan Ketersediaan Pasokan Pangan' di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Jum'at (28/12).

"Adanya intervensi pasar untuk menekan harga, kadang sering kali terlambat, ketika harga naik sudah dirasakan masyarakat baru ada operasi pasar," kata Frans.

Untuk diketahui, FSTJ merupakan BUMD yang bergerak di bidang pangan dan memiliki tugas untuk menstabilkan harga dan memberikan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Menurut Frans, koordinasi Kemendag dengan Bulog atau melalui Satgas Bulog bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

"Kemendag dan Bulog lewat Satgas Bulog dengan BUMD atau pemerintah bisa melakukan operasi pasar," pungkasnya. [lov]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA