Pejabat Jadi Tim Sukses Jokowi, Kinerja Pemerintah Tidak Terpengaruh

Senin, 20 Agustus 2018, 22:25 WIB | Laporan: Bunaiya Fauzi Arubone

Jokowi-Ma'ruf/Net

Masuknya pejabat negara di barisan Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin sama sekali tidak mempengaruhi kinerja.

Menurut Wakil Ketum Partai Gerindra Arief Poyuono, hal wajar seorang pejabat negara yang notabene menduduki jabatan politik masuk dalam tim kampanye.

"Memang pejabat negara itu yang menjabat sebagai jabatan politik, sehingga ya wajar jadi timses Joko Widodo-Ma'ruf," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/8).

Diketahui, beberapa nama beken di lingkungan pemerintahan masuk dalam TKN Jokowi-Ma'ruf. Yakni Wapres Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko yang bertindak sebagai salah satu wakil ketua, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai salah satu dewan penasihat, Menko PMK Puan Maharani, dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi.

Arief mengatakan, kinerja kementerian ataupun lembaga yang mereka pimpin tidak akan terpengaruh jika lebih sibuk dengan upaya pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Sebab, masih ada jajaran di bawahnya yang setia bekerja keras untuk melayani kebutuhan masyarakat.

"Wong tanpa mereka kan masih ada dirjen-dirjen yang bisa melayani masyarakat," ujarnya.

Sekalipun lama meninggalkan tugas sebagai tim sukses, kinerja kementerian dan lembaga yang dipimpin sama sekali tidak terpengaruh. Sebab, selama memimpin pun Jusuf Kalla, Sri Mulyani, Puan Maharani, dan lainnya sama sekali tidak menunjukkan prestasi.

"Memangnya selama ini mereka kerja optimal untuk rakyat. Kalau optimal kan rakyatnya tidak kesulitan ekonomi kayak sekarang dan utang negara tidak makin numpuk. Wong paling-paling kerja mereka itu pencitraan doang saja kok selama ini. Sama kayak babehnya (Jokowi)," jelas Arief.

Lanjut Arief, dengan merekrut para pejabat pemerintah ke dalam timses sebagai upaya kubu partai pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk memperlihatkan kalau mereka adalah pasukan Goliath.

"Goliath kan kuat secara akses keuangan dan modalnya gede-gede dan akses ke media-media jadi mirip Goliath," ujarnya.

Makanya untuk menang melawan kubu partai pendukung Jokowi-Ma'ruf, Arief menekankan pihaknya akan menggunakan strategi perang yang diterapkan oleh Nabi Daud.

"Kita harus pakai sistem berperang pakai strategi dan taktik Nabi Daud, dan senantiasa memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bisa menang lawan tim Goliath," tegas Arief. [wah]
Editor:

Kolom Komentar


Video

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Jumat, 12 Juli 2019
Video

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Senin, 15 Juli 2019
Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019