Senator Papua Barat Ajak Masyarakat Lepas Ketergantungan Beras

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Rabu, 07 Maret 2018, 23:45 WIB
Senator Papua Barat Ajak Masyarakat Lepas Ketergantungan Beras
Mamberop Yoshepus Rumakiek/RMOL
rmol news logo Sejalan dengan visi pemerintah soal ketahanan pangan, Komite II Dewan Perwakilan Daerah ((DPD) RI juga fokus terhadap isu-isu ketahanan pangan.

Anggota DPD asal Papua Barat Mamberop Yoshepus Rumakiek menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mencari solusi atas fenomena impor beras yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan bahwa solusi yang tepat untuk mengatasi ketahanan pangan itu adalah dengan melepaskan diri dari ketergantungan beras. Mamberop mencontohkan budaya di Indonesia timur yang tidak menjadikan beras atau nasi sebagai sumber utama karbohidrat.

"Untuk daerah timur ini faktor budaya, dari zaman nenek moyang kita biasa memakan sagu dan umbi-umbian," terangnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3.

Menurutnya, hal tersebut bisa menciptakan ketahanan pangan khususnya di kawasan timur Indonesia di tengah harga beras yang tak pasti.

Mamberop menilai, pemerintah saat ini juga perlu merumuskan ulang empat sehat lima sempurna untuk wilayah Indonesia timur. Tujuannya, agar masyarakat Indonesia timur yang biasa makan sagu dan umbi tidak beralih ke nasi.

"Kalau ada istilah 4 sehat 5 sempurna maka dirumuskan juga 4 sehat 5 sempurna itu di Papua," pungkasnya. [ian]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA