WAWANCARA

Hasto Kristiyanto: Semua Calon Kepala Daerah PDIP Harus Sekolah

Kamis, 14 Desember 2017, 11:24 WIB
Hasto Kristiyanto: Semua Calon Kepala Daerah PDIP Harus Sekolah
Hasto Kristiyanto/Net
rmol news logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) siap menghadapi pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Pasangan calon di beberapa provinsi sudah mengerucut ke sejumlah nama. Beberapa nama kepala daerahnya, bahkan sudah ditetapkan, tinggal menunggu wakilnya saja.

Berikut penuturan lengkapSekjen PDIP Hasto Kristiyanto;


Daerah mana saja yang nama-namanya sudah mengerucut itu, dan siapa saja na­manya?
Jawa Barat, kemudian Sumatera Utara itu sudah mengerucut ke sejumlah nama. Soal nama-namanya tunggu nanti diumumkan. Rencananya 17 Desember ini Bu Mega akan mengumumkan beberapa pasan­gan calon.

Paslon dari daerah mana saja yang diumumkan?
Dari Maluku, Maluku Utara, Riau, Sulawesi Tenggara, dan juga daerah-daerah yang punya persoalan lingkungan serius itu akan ditanggapi dalam pengu­muman tersebut, dengan desain yang memperhatikan kesejahter­aan lingkungan. Setidaknya ada lima pasangan calon yang diumumkan.

Untuk Jabar bagaimana?

Dari Jawa Barat nanti diumum­kan bersamaan dengan Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

Nama untuk Pilgub Jabar sudah tinggal berapa orang?

Sebenarnya nama sudah mengerucut, dan nama-nama calon kepala daerahnya sudah cukup jelas. Tinggal kombi­nasi calon wakil gubernur yang masih ada beberapa opsi.

Jadi masih kami berikan kes­empatan kepada mereka untuk turun ke konstituen. Pokoknya kami pastikan nanti akan ada beberapa kejutan untuk beberapa provinsi.

Kalau untuk Jateng?
Untuk Jawa Tengah nama-na­ma juga sudah mengerucut. Maka nanti akan diumumkan pada mo­mentum yang tepat, yaitu kurang lebih tiga sampai empat hari sebe­lum pendaftaran. Tetapi dinamika politik kan masih berjalan cukup tinggi. Yang jelas partai dalam keadaan solid, partai sedang mem­persiapkan pilkada tersebut secara sistemik dan gotong-royong den­gan cara menyiapkan saksi, dan bada pemenangan pemilu dari sekarang.

Untuk Jabar dan Jateng rencana PDIP akan berkoalisi dengan partai mana?
Ya kerjasama sangat dimung­kinkan. Politik kan mengedepankan semangat gotong-royong. Tapi kerjasama itu kan harus mengedepankan nilai kes­epahaman yang sama berkaitan dengan Pancasila. Bagaimana Pancasila dibumikan, dan di­implementasikan. Partai tidak akan bekerjasama dengan mer­wka yang kemudian mengam­bil sikap yang berbeda, yang mengikari sejarah pembentukan republik ini.

Apakah semua paslonnya dari kader PDIP?

Tentu saja kami mempriori­taskan kader partai, karena tugas partai memang menyiapkan pemimpin. Tetapi ketika rakyat menghendaki berdasarkan hasil survei, kemudian juga proses pembangunan kepemimpinan yang sudah berjalan, PDIP juga membuka jalur kepemimpinan dari profesional, dari TNI-Polri, dari jajaran birokrasi. Tetapi semuanya juga harus mengikuti sekolah kepala daerah yang di­siapkan partai.

Kader eksternal juga wajib ikut sekolah partai?

Iya betul. Selama dia tidak menjadi anggota partai politik lain.

Ada pesan dari Bu Mega bagi para paslon yang akan diusung oleh PDIP?
Pertama Ibu Megawati mengingatkan, menjadi pemimpin itu tidak mudah. Karena itulah para calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan harus betul-betul menunjukkan kuali­fikasi sebagai pemimpin yang baik, pemimpin menyatu dengan rakyat, pemimpin yang tidak terbuai oleh kemewahan dan pemimpin yang tidak melaku­kan korupsi. Ibu Megawati menyampaikan, partai mem­berikan sanksi yang tegas bagi kader-kader partai yang terlibat korupsi dengan memberikan sanksi pemecatan.

Kemudian yang kedua, Ibu Megawati mengingatkan ba­gaimana pemerintahan yang membumikan Pancasila. Karena itu lah yang sangat fundamental, sangat prinsip. Untuk itu lah PDIP menyiapkan visi-misi bagi calon kepala daerah. Hanya saja penjabaran visi-misi dalam pro­gram, dalam skala kebijakan itu dilakukan oleh masing-masing calon.

Sebagai contoh bagaimana pemerintah yang membumikan nilai-nilai Pancasila meletakan nilai kemanusian, keberpiha­kan kepada wong cilik, kepada mereka yang disebut kelompok marhaen, kaum duafa supaya mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya, mendapat penguatan dari pemerintahan yang menja­min tersedianya kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan mendapat kehidupan yang layak.

Kemudian bu Mega juga men­guatkan soal bagaimana meme­nangkan pemilu dengan cara gotong-royong. Bahwa partai bertanggung jawab untuk meng­gerakan seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai untuk memenangkan pemilu. Juga dihadirkan bagaimana mereka harus belajar dari keberhasilan para kepala daerah dari PDIP.   ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA