Berikut penuturan lengkapSekjen PDIP Hasto Kristiyanto;Daerah mana saja yang nama-namanya sudah mengerucut itu, dan siapa saja naÂmanya?Jawa Barat, kemudian Sumatera Utara itu sudah mengerucut ke sejumlah nama. Soal nama-namanya tunggu nanti diumumkan. Rencananya 17 Desember ini Bu Mega akan mengumumkan beberapa pasanÂgan calon.
Paslon dari daerah mana saja yang diumumkan?
Dari Maluku, Maluku Utara, Riau, Sulawesi Tenggara, dan juga daerah-daerah yang punya persoalan lingkungan serius itu akan ditanggapi dalam penguÂmuman tersebut, dengan desain yang memperhatikan kesejahterÂaan lingkungan. Setidaknya ada lima pasangan calon yang diumumkan.
Untuk Jabar bagaimana?Dari Jawa Barat nanti diumumÂkan bersamaan dengan Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.
Nama untuk Pilgub Jabar sudah tinggal berapa orang?Sebenarnya nama sudah mengerucut, dan nama-nama calon kepala daerahnya sudah cukup jelas. Tinggal kombiÂnasi calon wakil gubernur yang masih ada beberapa opsi.
Jadi masih kami berikan kesÂempatan kepada mereka untuk turun ke konstituen. Pokoknya kami pastikan nanti akan ada beberapa kejutan untuk beberapa provinsi.
Kalau untuk Jateng?Untuk Jawa Tengah nama-naÂma juga sudah mengerucut. Maka nanti akan diumumkan pada moÂmentum yang tepat, yaitu kurang lebih tiga sampai empat hari sebeÂlum pendaftaran. Tetapi dinamika politik kan masih berjalan cukup tinggi. Yang jelas partai dalam keadaan solid, partai sedang memÂpersiapkan pilkada tersebut secara sistemik dan gotong-royong denÂgan cara menyiapkan saksi, dan bada pemenangan pemilu dari sekarang.
Untuk Jabar dan Jateng rencana PDIP akan berkoalisi dengan partai mana?Ya kerjasama sangat dimungÂkinkan. Politik kan mengedepankan semangat gotong-royong. Tapi kerjasama itu kan harus mengedepankan nilai kesÂepahaman yang sama berkaitan dengan Pancasila. Bagaimana Pancasila dibumikan, dan diÂimplementasikan. Partai tidak akan bekerjasama dengan merÂwka yang kemudian mengamÂbil sikap yang berbeda, yang mengikari sejarah pembentukan republik ini.
Apakah semua paslonnya dari kader PDIP?Tentu saja kami memprioriÂtaskan kader partai, karena tugas partai memang menyiapkan pemimpin. Tetapi ketika rakyat menghendaki berdasarkan hasil survei, kemudian juga proses pembangunan kepemimpinan yang sudah berjalan, PDIP juga membuka jalur kepemimpinan dari profesional, dari TNI-Polri, dari jajaran birokrasi. Tetapi semuanya juga harus mengikuti sekolah kepala daerah yang diÂsiapkan partai.
Kader eksternal juga wajib ikut sekolah partai?Iya betul. Selama dia tidak menjadi anggota partai politik lain.
Ada pesan dari Bu Mega bagi para paslon yang akan diusung oleh PDIP?Pertama Ibu Megawati mengingatkan, menjadi pemimpin itu tidak mudah. Karena itulah para calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan harus betul-betul menunjukkan kualiÂfikasi sebagai pemimpin yang baik, pemimpin menyatu dengan rakyat, pemimpin yang tidak terbuai oleh kemewahan dan pemimpin yang tidak melakuÂkan korupsi. Ibu Megawati menyampaikan, partai memÂberikan sanksi yang tegas bagi kader-kader partai yang terlibat korupsi dengan memberikan sanksi pemecatan.
Kemudian yang kedua, Ibu Megawati mengingatkan baÂgaimana pemerintahan yang membumikan Pancasila. Karena itu lah yang sangat fundamental, sangat prinsip. Untuk itu lah PDIP menyiapkan visi-misi bagi calon kepala daerah. Hanya saja penjabaran visi-misi dalam proÂgram, dalam skala kebijakan itu dilakukan oleh masing-masing calon.
Sebagai contoh bagaimana pemerintah yang membumikan nilai-nilai Pancasila meletakan nilai kemanusian, keberpihaÂkan kepada wong cilik, kepada mereka yang disebut kelompok marhaen, kaum duafa supaya mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya, mendapat penguatan dari pemerintahan yang menjaÂmin tersedianya kebutuhan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan mendapat kehidupan yang layak.
Kemudian bu Mega juga menÂguatkan soal bagaimana memeÂnangkan pemilu dengan cara gotong-royong. Bahwa partai bertanggung jawab untuk mengÂgerakan seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai untuk memenangkan pemilu. Juga dihadirkan bagaimana mereka harus belajar dari keberhasilan para kepala daerah dari PDIP. ***
BERITA TERKAIT: