Vokasi Jadi Prioritas Program, Menaker Dan Menkeu Kunjungi Singapura

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/dede-zaki-mubarok-1'>DEDE ZAKI MUBAROK</a>
LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK
  • Sabtu, 16 September 2017, 19:51 WIB
Vokasi Jadi Prioritas Program, Menaker Dan Menkeu Kunjungi Singapura
rmol news logo Komitmen Presiden Joko Widodo yang menjadikan percepatan pembangunan  Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu program prioritas 2018, segera ditindaklanjuti oleh kerja Kementerian Ketenagakerjaan dan1 Kementerian Keuangan.

Jumat (15/9), Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan kerja bersama ke Institute of Technical Education (ITE). Kunjungan dimaksudkan untuk mempelajari keberhasilan Singapura dalam menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan vokasi.

"Kita berdua berkomitmen untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi yang menjadi program prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden Jokowi,” kata Menaker Hanif saat melakukan peninjauan workshop ITE di Singapura, kemarin.

Dalam kunjungan itu, kedua menteri melakukan peninjauan ke pusat pelatihan maritim, workshop aerospace bidang penerbangan serta mengunjungi workshop teknik dan manufaktur yang berada di kampus ITE Singapura.

Saat ini, lanjut Menaker, pemerintah terus berupaya meningkatkan kwalitas pelatihan vokasi teruatam pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan di BLK dilakukan secara massif, fokus dan terarah. Pemerintah juga melibatkan pelaku industri dalam menyusun konsep kurikulum dan instruktur.

"Tujuannya agar apa yang diajarkan pada pelatihan vokasi  nyambung dengan kebutuhan pasar kerja."

Menurut Menaker, perbaikan fasilitas  dan sarana prasarana pendukung pelatihan vokasi  terus dilakukan. Kemnaker juga berharap adanya dukungan anggaran yang cukup untuk pengembangan pelatihan vokasi menjadi lebih baik.

"Disinilah pentingnya peran dari Menteri Keuangan," katanya.

Selain melalui BLK, kata Menaker, pemerintah juga mendorong optimalisasi pelatihan vokasi juga dilakukan  di Lembaga Pelatihan Kerja  Swasta, Training Center Industri serta lembaga pelatihan yang ada di sejumlah Kementerian atau Lembaga.

Menaker menambahkan, tiap tahun pemerintah  dihadapkan pada  dua juta angkatan kerja baru. Sayangnya, mereka angkatan kerja baru ini tidak bisa langsung masuk pasar kerja, karena kompetensi mereka masih rendah.

"Pelatihan vokasi diharapkan menjasi cara untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja." [wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA