"Di tahun ke 72 kemerdekaan Indonesia ini, kita menghadapi tantangan demokrasi yang tak mudah dan harus terus diperbaiki," ujar Zulkifli mengawali sambutan pembukaanya dalam sidang Tahunan MPR RI di gedung Kura Kura, Senayan, Jakarta, pagi ini (Rabu,16/8).
Zulkifli menyatakan, masih ada warga Indonesia yang frustasi atas ketertinggalannya dan mencari pegangan sendiri karena menganggap tak ada jaminan yang diberikan oleh negara. Namun di sisi lain, segelintir warga negara Indonesia telah melampaui kesejahteraan umum. Untuk itu, menurut dia harus ada skala prioritas.
"Siapa prioritasnya? Tentu mereka yang tertinggal," lanjut Zulkifli di hadapan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua DPR RI Setya Novanto beserta para wakilnya.
Juga hadir Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang dan wakil-wakilnya, pimpinan lembaga negara serta tamu undangan dari berbagai instansi.
Untuk memperbaiki itu semua, ia pun mengajak semua pihak, termasuk semua pimpinan lembaga untuk tidak membiarkan negara ini terkoyak. Caranya dengan tidak membiarkan Pancasila dan UUD 1945 dicampakkan atau sekadar menjadi simbol.
"Sebab Pancasila adalah rujukan bersama," imbuhnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: