Erwin Tobing menggantikan dr Karolin Margret Natasa yang mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI fraksi PDI-P dan terpilih menjadi Bupati Landak, Kalimantan Barat. Sementara, Jimmy Demianus IJIE, anggota MPR sisa masa jabatan tahun 2014 - 2019 mewakili PDI-P dari daerah pemilihan Papua Barat.
"Pelantikan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan peraturan MPR RI agar para anggota dilantik mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota MPR pengganti antar waktu," jelas OSO.
Dia menjelaskan, Erwin yang merupakan mantan petinggi Polri dan Jimmy merupakan anggota aktivis yang kaya akan kreativitas dan wawasan akan melaksanakan tugas kenegarawanan, dimana di lembaga MPR tempat berkumpul mereka yang mewakili kepentingan MPR, DPR, dan DPD.
"Dari sisi konstitusional dan moral, setiap anggota MPR harus mengedepankan politik kebangsaan," jelas OSO.
Dia menerangkan, meski berbeda dari asal daerah atau berbeda dari asal fraksi, tapi ketika sudah berada lembaga pemusyawaratan ini, maka tujuannya hanya satu yakni, Indonesia.
"Indonesia yang memberikan jaminan setiap umat beragama dapat melaksanakan ibadahnya. Indonesia yang dicita-citakan memberi rasa keadilan bagi setiap warganegara dan Indonesia yang dicita-citakan tidak menciptakan kesenjangan dalam program pembangunan di seluruh wilayah Indonesia," paparnya.
Menurut OSO, selama ini dipahami bahwa pembangunan hanya berpusat di Pulau Jawa saja, telah menimbulkan kesenjangan dan sebagian masyarakat terusik rasa nasionalismenya. Namun patut kita bersyukur pada pemerintah saat ini bahwa praktek pembangunan yang tersentral di Pulau Jawa sudah tidak terjadi lagi.
"Seperti pembangunan wilayah perbatasan di Kalimantan dan pembangunan pabrik-pabrik di Papua, serta perbedaan harga minyak yang Rp 80 ribu di Papua, menjadi sama harganya dengan di Jakarta hanya Rp 8000," jelasnya.
OSO menambahkan, tugas politik kebangsaan dalam menghilangkan kesenjangan sudah tidak seberat dulu lagi, namun kesenjangan rasa kebangsaan di sebagian masyarakat masih jadi beban berat. Ada sebagian masyarakat yang lengah, yang menurun dan bahkan menghilangkan rasa nasionalisme. Hal inilah yang bisa mengancam NKRI.
"Indonesia tidak mungkin makmur bila tidak ada kemakmuran di daerah-daerah," jelasnya.
Karenanya, OSO mengajak anggota MPR yang baru dilantik untuk meningkatkan rasa nasionalisme, selain melakukan sosialisasi 4 pilar dan menggunakan momentum apapun untuk memperkuat persatuan di Indonesia.
"Mari jadikan lembaga MPR agar menjaga ideologi dan konstitusi serta mengawal cita-cita bangsa," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: