Dewan sipil yang dipersiapkan untuk memerintah Raqqa pasca ISIS hengkang itu mengeluarkan pernyataan jelang Hari Raya Idul Fitri bahwa mereka yang diberi pengampunan adalah anggota dengan peringkat rendah dan tidak terlibat dalam kekerasan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk isyarat dari niat baik yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas di Raqqa pasca pertempuran untuk merebut kembali kota tersebut dari kelompok bersenjata.
Amnesti ini juga diberikan di momen spesial, yakni di penghujung Ramadhan saat semua umat muslim di seluruh dunia merayakan hari kemenangan.
Tahanan bekas militan ISIS yang dibebaskan tidak memiliki darah di tangan mereka dan tidak memegang jabatan senior.
"Kami tidak akan pernah melepaskan pejabat senior ISIS atau siapapun yang memiliki darah di tangan mereka," kata anggota dewan senior Omar Aloush.
"Kami memberi kesempatan kedua bagi orang-orang ini," sambungnya seperti dimuat
Al Jazeera.
Ia mengatakan pada para bekas anggota ISIS yang diampuni bahwa mereka diberikan kesempatan lagi untuk berintegrasi dengan masyarakat dan diberi kesempatan untuk bersekolah.
Amnesti ini juga sekaligus adalah pertanda bahwa orang-orang Suriah sudah melihat ke depan untuk suatu saat ketika ISIS tidak memerintah Raqqa.
[mel]
BERITA TERKAIT: