Sejak jam 07.00 pagi tadi (Jumat, 26/5), animo warga untuk berbelanja nampak terlihat di kawasan TTIC. Semua warga berbaur di TTIC untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
Begitu TTIC dibuka ratusan warga langsung merangsek masuk ke gedung TTIC dan antri dengan tertib. Sekitar jam 9.30 diperkirakan sudah ada 2 ribu pengunjung yang hadir di sana.
Pengunjung TTIC sangat beragam, dari yang berjalan kaki, naik angkutan umum, sepeda motor dan kendaraan roda empat tumplek blek. Sehingga, kawasan TTIC pagi ini luar biasa padat tidak seperti biasanya.
"Saya sangat senang belanja di TTIC, karena harganya relatif lebih murah dibanding dipasaran, dan barangnya juga berkualitas" kata Hasan, yang berdomisili di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Komoditi yang dijual antara lain beras, bawang merah, telur, cabe dan sebagainya.
Bagi warga jakarta khususnya, dan Jabodetabek umumnya yang belum sempat berkunjung ke TTIC juga bisa mendapatkan pangan murah berkualitas melalui aplikasi gojek.
Selain itu, warga juga bisa mendatangi 10 titik Operasi Pasar TTI yang saat ini secara serentak dilaksanakan di lima wilayah ibukota, di tambah di daerah Depok, Tangerang dan Bogor.
Toko Tani Indonesia merupakan salah satu inovasi pemasaran bahan pangan yang digagas Kementerian Pertanian. Melalui TTI, warga bisa mendapatkan pangan murah berkualitas dan petani tetap mendapat keuntungan yang layak.
TTI sudah dikembangkan sejak tahun 2016 dengan 1.320 unit di 32 provinsi. Tahun 2017 di jabodetabek ditargetkan ada 1000 TTI yang hadir. Selain itu, juga dilengkapi Armada TTI berupa roda empat, agar mobilitasnya bisa ditingkatkan.
Disaat menjelang ramadhan dan hari raya idul fitri 2017, kehadiran TTI sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena bisa memenuhi kebutuhan pangan dengan mudah dengan harga terjangkau.
[***]
BERITA TERKAIT: