Begitu kata Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menyampaikan Orasi Kebangsaan di acara Lustrum ke-13, Dies Natalis ke-65, Wisuda ke-54 dan Pasca Sarjana ke-18 Universitas Krisnadwipayana (Unkris) di Kampus Unkris Jatiwaringin, Pondokgede, Jakarta, Rabu (12/4).
"Sila ketiga itu jelas isinya tentang nasionalisme dan bagaimana rakyat Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri," ujarnya.
Selain kedaulatan, Zulkifli Hasan juga menyinggung masalah nilai-nilai luhur keindonesiaan dan persaudaran kebangsaan yang saat ini makin luntur.
"Padahal, menurut Acemoglu dan Adam Smith, suatu bangsa bisa maju kalau memiliki nilai-nilai saling percaya, saling menghormati, dan saling menghargai," sambung ketua umum PAN itu.
Menghadapi situasi kebangsaan tersebut, Zulkifli Hasan mengajak civitas academica Unkris untuk mengingat kembali pesan Bung Karno dalam Trisakti.
"Pesan Bung Karno jelas dan tegas. Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya. Ini nilai nilai asli Indonesia," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MPR yang juga alumni Unkris ini mengingatkan agar para wisudawan berjuang keras dan fokus dalam mencapai cita-cita.
"Kalau dulu kuliah kami dengan fasilitas seadanya bisa jadi menteri dan ketua MPR, saya yakin dengan kerja keras teman-teman bisa lebih baik," pungkasnya.
Ikut hadir pada acara tersebut Ketua Dewan Pembina Univ Unkris Prof. Dr. Gayus Lumbun, Ketua Dewan Pengurus Iman Santoso, Kopertis Wilayah III Budi Pancasilawan, serta Rektor Unkris DR. Abdul Rifai SE, MSI.
[ian]
BERITA TERKAIT: