Menurut Yaqut, kehadiran GP Anshor menghadap ketua MPR untuk menyampaikan keprihatinan terkait kondisi kebhinnekaan di Indonesia saat ini.
"Pak Zulkifli adalah tokoh bangsa yang pertama kali kita temui. Detelah sebelumnya GP Anshor bertemu redaksi media," katanya.
GP Anshor selaku organisasi kepemudaan mengaku siap menerima arahan dari ketua MPR untuk memperkuat dan merawat kebhinnekaan.
"GP Anshor berharap banyak pada ketua MPR untuk tampil menjadi penjaga kebhinnekaan kita," ujar Yaqut.
Menanggapi yang disampaikan GP Anshor, Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan bahwa selama ini tidak ada masalah dengan kebhinnekaan di Indonesia.
"Dulu raja-raja merelakan kekuasaannya demi terbentuknya NKRI. Tokoh-tokoh Islam juga merelakan Piagam Jakarta demi keutuhan bangsa," katanya.
Menurut Zulkifli, masalah utama yang seharusnya dihadapi seluruh elemen bangsa adalah kesenjangan.
"Gap yang terlalu lebar antara kaya dan miskin ini yang justru lebih potensial mengakibatkan perpecahan," bebernya.
Untuk mengatasi kesenjangan itu, Zulkifli menegaskan bahwa dibutuhkan pemimpin yang Pancasilais.
"Pemimpin yang kata-katanya mempersatukan dan tidak merendahkan. Pemimpin yang tegas berpihak pada rakyat," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga mengajak GP Anshor untuk menjaga persatuan umat di Indonesia.
"Kantongi dulu perbedaannya, cari persamaan. Saatnya umat bersatu kejar ilmu pengetahuan dan kuasai iptek," demikian Zulkifli.
[wah]
BERITA TERKAIT: