Zulkifli Hasan: Santri Tidak Boleh Minder Mengejar Cita-cita

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 21 Mei 2016, 10:25 WIB
Zulkifli Hasan: Santri Tidak Boleh Minder Mengejar Cita-cita
Zulkifli Hasan/net
rmol news logo Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri Silaturrahim Keluarga Besar Pondok Pesantren Ar-Raudhotul Ilmiyah Kertosonoa, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (21/5).

Zulkifli tiba di Nganjuk menggunakan helikopter. Kedatangan Zulkifli yang mengenakan safari hijau lumut disambut ratusan santri Ar-Raudhotul Ilmiyah, pengasuh dan para alumni. Dia langsung menuju ke tempat acara untuk memulai silaturrahmi.

Saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Zulkifli antara lain mengajak para santri untuk percaya diri dalam menatap masa depan. Karena terbukti banyak santri, dan guru agama yang kini memegang jabatan penting.

"Ada Patrialis Akbar, ada Dahlan Iskan mereka lulusan Tsnawiyah dan guru agama tapi bisa menduduki jabatan penting. Sekarang zaman sudah berubah, siapapun bisa menjadi apa yang dicitakan, termasuk para santri di sini," kata Zulkifli menambahkan.

Menurut Zulkifli dirinya sendiri juga alumni Ibtidaiyah, lalu melanjutkan Pendidikan Guru Agama. Namun ia memiliki kesempatan menjadi ketua MPR berkat reformasi. Karena itu, para santri harus berani memasang cita-citanya setinggi langit, tanpa harus merasa minder.

Pondok Pesantren Ar-Raudhotul Ilmiyah berdiri sejak 1949. Ponpes ini didirikan oleh KH. Agus Salim Ahyar. Setelah eranya KH. Agus Salim Ahyar, pesantren ini dipimpin,KH. Mustain Kastan. Saat ini Ponpes Ar-Raudhotul Ilmiyah mendidik sekitar 800 santri, dan dipimpin KH. Ali Mansyur. Ar-Raudhotul Ilmiyah dikelola Yayasan Taman Pengetahuan Kertosono, Nganjuk. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA