Danau Toba Tercemar

Dipromosikan Ke Mancanegara

Jumat, 13 Mei 2016, 09:00 WIB
Danau Toba Tercemar
foto:net
rmol news logo Kehadiran ribuan Keramba Jaring Apung (KJA) untuk penangkaran ikan gurame dan nila di Kawasan Danau Toba (KDT), telah mencemari air dan lingkungan danau. Namun pemerintah belum juga men­cabut izin usaha perusahaan KJA dan hingga kini masih terus beroperasi.

Ketua Bidang Hukum Yayasan Pecinta Danau Toba, Sandi Ebenezer Situngkir mengata­kan, upaya pembiaran terhadap operasi keramba di Kawasan Danau Toba adalah bentuk ketidakkonsistenan pemerintah untuk mewujudkan KDT seba­gai destinasi wisata dunia yang sedang dipersiapkan Presiden Jokowi.

"Ada apa dengan pemerintah yang membiarkan perusahaan keramba terus beroperasi dan mencemari Danau Toba? Kenapa tak kunjung dicabut izin usahanya?" ujar Sandi, di Jakarta.

Terkait hal ini, Deputi Perencanaan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba P Hutapea mengatakan, usaha perikanan di Danau Toba awalnya didasa­ri izin lokasi dari pemerintah setempat. Izin itu diberikan ke­pada Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Dia mengatakan, jika pemer­intah mengubah peruntukan Danau Toba bukan lagi untuk usaha perikanan, tetapi fokus sebagai daerah tujuan wisata, pemda setempat harus mener­bitkan peraturan daerahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli telah meminta dua pe­rusahaan perikanan di Danau Toba yang mempergunakan Keramba Jaring Apung untuk menghentikan produksinya, karena telah merusak lingkun­gan danau.

"Pemandangan Danau Toba itu sebenarnya indah, sayangnya kini jorok dan bau. Kita bersih­kan dulu. Ada dua perusahaan besar di situ, kami kasih waktu satu tahun agar segera mengh­entikan operasinya," tutur Rizal, saat rapat Koordinasi pengelo­laan Kawasan Pariwisata Danau Toba di Institut Teknologi Del, Toba Samosir (Tobasa), 9 Januari lalu.

Saat ini, pemerintah sebenarnya berupaya meningkatkan jumlah wisatawan mancane­gara. Termasuk dengan mener­bitkan kebijakan bebas visa kunjungan singkat yang sudah diberlakukan ke-90 negara.

Salah satu program peningkat­kan jumlah wisatawan ini adalah program Toba International Detour. Yakni rangkaian kegia­tan aktivasi pariwisata dengan tujuan utama menuju kawasan wisata Danau Toba.

Penggerak Wonderful Toba, Tengku Said Idris Pardede mengatakan, program akti­vasi destinasi wisata ini dii­nisiasi oleh komunitas H3. "Sebuah komunitas yang peduli dengan pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba. Aktivasi destinasi wisata Toba International Detour ini juga dikembangkan dalam rangka menyambut program pemerintah tentang 10 priori­tas destinasi wisata unggulan Indonesia 2016," ujarnya, di Jakarta, Kamis (12/5).

Toba International Detour 2016 terdiri dari beberaparangkaian kegiatan. "Pertama, Fun Walk for Wonderful Toba, jalan sehat yang diadakan di Jakarta dengan rute seputaran Bundaran HI hingga Monas, DKI Jakarta",  ujarnya.

Selanjutnya, Greatest Caldera Ride 2016. Yaitu turing sepeda motor besar bekerjasama den­gan organisasi sepeda motor IMBI, IMI dan Komunitas Vespa. "Greatest Caldera Ride akan menempuh jarak total lebih dari 500 KM, melintasi jalur terbaik membelah pegu­nungan bukit barisan, melintasi tujuh kabupaten,mengunjungi tempat-tempat wisata terutama kawasan Danau Toba," be­bernya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA