"Nggak masalah, kalau Pak Wiranto dengan saya sama sikapnya nggak masalah," ujar pria yang akrab disapa Ongen itu ketika dikonfirmasi, Senin (28/3).
Bagi dia, keluarnya dua kader Partai Hanura bukan hanya karena tidak menyukai Ahok, namun latar belakang non muslimlah alasannya.
"Saya sudah tahu kenapa dia nggak suka dengan Ahok-lah, karena Ahok Cina, Tionghoa, dan Kristen gitu saja," kata Ongen.
Bahkan, dia membeberkan saat ini sudah ada 30-40 kader yang mengajukan lamaran untuk mencalonkan diri menjadi pengurus DPD Partai Hanura DKI Jakarta.
"Mereka sudah menelepon saya, tapi baru Rabu atau Kamis ke kantor saya, untuk kemudian membawa CV ingin bergabung menjadi pengurus Hanura," kata dia.
Sebelumnya Sabtu (26/3) lalu, Hanura deklarasi mendukung Ahok dan Heru maju Pilkada DKI, Keputusan tersebut didasarkan pada hasil rapat pimpinan partai. Sebagai simbol dukungan, ketika itu Ongen memasangkan rompi Partai Hanura kepada Ahok.
Partai Hanura yang memiliki memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta bergabung dengan Partai Nasional Demokrat yang memiliki 5 kursi di DPRD DKI Jakarta mendukung Ahok.
Dengan demikian, Ahok yang maju lewat jalur non partai politik, sekarang mendapatkan total dukungan 15 dari 106 kursi di DPRD DKI Jakarta.
[sam]
BERITA TERKAIT: