Kapolda yang diganti adalah Kapolda Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Sumatera Barat, Maluku dan Jambi. Sedangkan Wakapolda yang dimutasi adalah Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Banten, dan Kalimantan Selatan.
"Mutasi ini sesuai dengan Telegram Rahasia (TR) Kapolri ST/2719/XII/2015 tertanggal 31 Desember 2015, yang ditandatangani Wakapolri Komjen Budi Gunawan atas nama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Jumat (1/1).
Jelas Neta, mutasi ini merupakan perubahan besar di tubuh Polri, selain karena ada yang pensiun juga merupakan penataan komposisi personil menyongsong tahun 2016.
"Kenapa dinilai sebagai penataan komposisi, sebab ada beberapa pejabat yang baru menjabat, kemudian diberi posisi baru yang lebih baik. Dengan adanya komposisi baru ini diharapkan Polri akan lebih cepat lagi melakukan perubahan dan revolusi mental," sebut Neta.
Ia menambahkan, penataan dan perubahan yang menonjol terlihat di Badan Narkotika Nasional (BNN). Sepertinya Polri dan BNN hendak berlari cepat dalam memberantas narkoba di 2016. Sebab selama ini meski pemberantasan narkoba secara agresif dilakukan tapi peredaran narkoba di Indonesia tetap tinggi, bahkan Indonesia masuk dalam kondisi darurat narkoba.
"IPW berharap ke depan Polri dapat lebih serius lagi dalam melakukan pemberantasan narkoba dan mengungkap kasus-kasus korupsi. Mutasi kali ini diharapkan mampu merealisasikan agar Polri makin bekerja cepat dan agresif," demikian Neta.
[rus]
BERITA TERKAIT: