Demikian kesepakatan Direktur Eropa Tengah dan Timur, Kementerian Luar Negeri RI, Witjaksono Adji dan Direktur Amerika Latin, Afrika, Asia dan Pasifik Kemlu Lithuania, Dubes Eduardas Borisovas dalam pertemuan Forum Konsultasi Bilateral kedua RI-Lithuania di Vilnius, Lithuania, Senin (7/12), waktu setempat.
Menurut Witjaksono Adji, upaya bersama harus terus dilakukan untuk mendorong realisasi kerja sama potensial kedua negara. Kerja sama tidak hanya bidang perdagangan, tapi juga bidang lainnya seperti perhubungan, IT, energi terbarukan, pendidikan tinggi dan riset.
"Di bidang energi terbarukan misalnya, kita dorong realisasi kerja sama energi surya melalui investasi Lithuania di Indonesia untuk meningkatkan elektrifikasi serta porsi energi terbarukan nasional," ujar Witjaksono Adji dalam rilisnya.
Sementara itu, Dubes Eduardas Borisovas menegaskan komitmen Lithuania untuk terus meningkatkan kerja sama kedua negara.
"Tidak hanya di isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, khususnya energi dan perhubungan, tetapi juga isu-isu di forum multilateral," kata Dubes Eduardas Borisovas.
Untuk mendorong realisasi kerja sama energi surya ini, kedua pihak menjajaki terbentuknya perjanjian kerja sama energi sebagai payung hukum. Sedangkan untuk bidang perhubungan udara, kedua pihak mendorong realisasi kerja sama peningkatan kapasitas, diantaranya teknisi pesawat.
Dalam forum tersebut dibahas juga peluang peningkatan kerja sama pendidikan tinggi. Beberapa perguruan tinggi kedua negara telah menjalin kerja sama, misalnya IPB dengan Aleksandras Stulginskis University, ITB dengan Vytautas Magnus University.
"Kerja sama di bidang ini bisa diperluas mencakup kerja sama riset bidang bioteknologi dan laser, apalagi Lithuania dikenal sebagai produser laser terbesar di dunia," ujar Dubes RI untuk Lithuania berkedudukan di Kopenhagen, Denmark, Bomer Pasaribu.
Indonesia dan Lithuania menjalin kerja sama bilateral lebih dari 22 tahun lalu. Nilai perdagangan Indonesia dengan salah satu anggota Uni Eropa ini masih relatif kecil. Pada tahun 2014 nilai perdagangan bilateral sebesar USD 33,35 juta. Untuk meningkatkan angka perdagangan, Indonesia harapkan akses pasar yang lebih luas untuk produk kopi, CPO, rempah-rempah, karet dan produk turunannya serta tembakau.
[rus]
BERITA TERKAIT: