Jokowi Minta Regulasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Tak Dipersulit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 08 Desember 2015, 01:14 WIB
Jokowi Minta Regulasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik Tak Dipersulit
jokowi/rmol
rmol news logo . Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kementerian terkait bahwa target energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen harus tercapai pada 2025. Salah satunya dengan mengolah sampah menjadi energi listrik.

Untuk itu, Jokowi meminta agar regulasi terkait itu segera disederhanakan. Pasalnya, ia mengaku saat ini sudah banyak investor yang mengantre untuk mengolah sampah menjadi energi.

"Saya melihatnya di lapangan, sampahnya banyak, yang mau menyelesaikan banyak, tetapi aturannya yang menyulitkan," kata Kepala Negara ketika memberikan pengantar pada rapat kabinet terbatas tentang pengolahan sampah menjadi energi listrik di Kantor Presiden, Senin (7/12).

Jokowi mengatakan, selama pengalamannya menjadi kepala daerah, regulasi adalah hambatan terbesar untuk mengelola sampah menjadi energi listrik. Karena itu, tegasnya, harus ada aturan jelas tentang pengolahan sampah.

"Targetnya bukan masalah harga di listriknya, meskipun itu juga harus dikalkulasi. Tapi targetnya sampah menjadi bersih dan bermanfaat bagi energi," imbuh Jokowi.

Untuk masalah harga, menurut Jokowi, pemerintah mungkin saja bisa memberikan subsidi seandainya perhitungan yang dilakukan PLN tidak menguntungkan.

"Tetapi yang ingin dibicarakan ini adalah bagaimana aturan itu menyebabkan investor bisa segera masuk. Investasi bisa segera masuk, dan sampah hilang dari peredaran," tandas Jokowi seperti diberitakan JPNN. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA