Orkestra Pertanyakan Kredibilitas Kemenkes

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 19 November 2015, 07:58 WIB
rmol news logo . Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) Poempida Hidayatulloh menyayangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang memberikan informasi seputar virus imunodifisiensi manusia alias HIV yang tidak benar pada banner Commuter Line beberapa waktu lalu.

"Kredibilitas Kemenkes dalam hal ini akan menjadi pertanyaan besar di masyarakat, karena memberikan informasi salah tentang HIV. Dan ini menyebabkan basis ketidakadilan," kata dia saat dimintai keterangan di Jakarta, Rabu (19/11).

Menurut Poempida, dalam konteks sosialisasi berkaitan dengan masyarakat, apalagi di era informasi super cepat seperti sekarang, basis akurasi dan kebenaran informasi tersebut harus mempunyai kredibilitas yang tinggi.

Apabila terjadi kesalahan walaupun kecil, sambung dia, tetap akan mempunyai dampak dan skala yang signifikan. "Oleh karena itu, jika suatu institusi pemerintah‎ tidak mempunyai basis pengawasan yang kuat dalam masalah ini akan terjadi disinformasi yang menimbulkan situasi carut marut yang tidak perlu," ujar politisi Golkar ini.

Dalam konteks informasi yang salah ini, menurut mantan anggota Komisi IX DPR ini, selain masyarakat dirugikan, juga para penyandang HIV akan dijauhkan oleh kelompok lain yang sehat secara diskriminatif.

Sebelumnya, penumpang commuter line dihebohkan dengan munculnya banner tentang penularan HIV yang muncul di gerbong kereta. Pasalnya, banner tersebut berisi info yang tidak benar terkait cara-cara penularan HIV. Kementerian Kesehatan meminta maaf atas kesalahan ini. Dalam banner yang didominasi warna kuning tersebut tertulis bahwa HIV menular melalui gigitan nyamuk, berenang bareng, makan bareng, keringat, bersin dan air liur. Di dalam banner itu juga terdapat kalimat 'Aku Bangga Aku Tahu' serta pita merah lambang kepedulian HIV-AIDS. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA