Untuk itu, kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, agar tidak menjadi rumor dan menjurus ke fitnah, sebaiknya menteri ESDM membuka nama itu.
"Buka saja. Katakanlah kebenaran walau itu pahit," sebut Ipang sapaan akrabnya, Jumat (13/11).
Sebenarnya, lanjut dia, ini adalah bukan hal yang baru terjadi, tapi memang baru pertama diungkap ke ranah publik. Indikasinya, kenapa selama ini negara selalu kalah oleh Freeport, dan kontraknya selalu diperpanjang dengan merugikan negara.
"Ya, ini karena mental elit kita mau disuap oleh asing, tuna moral dan tuna tanggung jawab. Kemana rasa cinta Tanah Air dan pengorbanan mereka terhadap negara," ujar Ipang.
Dikabarkan sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan ada oknum tidak bertanggung jawab menjual nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk meminta saham PT. Freeport Indonesia. Orang tersebut menjual nama Presiden dan Wapres untuk menjembatani perpanjangan izin operasi PT. Freeport Indonesia. Sesuai kontrak, izin perusahaan asal AS itu akan berakhir pada 2021.
[rus]
BERITA TERKAIT: