Menurut pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kegagalan ini suatu hal yang patut disesalkan. Hal ini menunjukkan sentralitas ASEAN semakin pudar dalam menghadapi kepentingan-kepentingan negara besar yang dapat mengancam perdamaian di kawasan.
"Indonesia sebagai non-claimant states di LCS seharusnya bisa memainkan perannya sebagai
bridge builders di kawasan dan mendorong sentralitas ASEAN. Hal yg sama pernah terjadi dan berhasil diselesaikan dengan shuttle diplomacy oleh Indonesia," kata Susaningtyas kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 5/11).
Kini, lanjut Susaningtyas, ditunggu kepiawaian dan kepemimpinan diplomasi Indonesia di kawasan.
"Atau apakah Indonesia hanya mengekor satu kepentingan negara besar tertentu saja? Ini adalah esensi ancaman yang ada di kawasan yang selama ini tidak dilihat secara gambling oleh penyusunan strategi pertahanan Indonesia," demikian Susaningtyas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: