DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Dan juga sebagai pusat perputaran ekonomi terbesar di Republik Indonesia perlu diperhatikan secara intens agar stabilitas Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus meningkat dalam menjawab tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Atas dasar itu, Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) DKI Jakarta dideklarasikan sebagai wadah berhimpun dan berjejaring UMKM Jakarta.
"Akumindo juga akan melindungi dan mengembangkan UMKM di DKI Jakarta, demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ujar Mandataris DPW Akumindo DKI Jakarta M. Fadli Ferryansyah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (26/10).
Fadli menjabarkan bahwa sejatinya kehadiran MEA memberikan peluang besar bagi para pengusaha UMKM untuk dapat melakukan pergerakan yang lebih leluasa dalam mengembangkan usaha.‎ Ini lantaran MEA memiliki misi untuk membangun integrasi ekonomi regional, yang di dalamnya termasuk kebebasan pergerakan barang, jasa, dan investasi.
Namun sayang, masalah klasik terus menyelimuti dan menghambat perkembangan UMKM. Masalah klasik ini akan semakin menyengsarakan pelaku UMKM tatkala MEA sudah diberlakukan.
"Masalah klasik itu pertama, sulitnya birokrasi perizinan usaha. Kedua, lemahnya pengetahuan pemasaran, teknologi, dan bahasa asing. Ketiga, sulitnya pencairan bantuan modal," sambung Fadli.
Ia melanjutkan bahwa Akumindo DKI yang berdiri dari kegelisahan suara pengusaha UMKM tersebut akan secara konsisten menjadi wadah dalam melindungi, membina UMKM, dan mendukung program pemerintah provinsi DKI Jakarta yang pro terhadap pengusaha kecil.
‎"Kami juga secara intens akan menjalin hubungan dengan organisasi sejenis yang lebih terdahulu seperti Hipmi Jaya dan Kadin DKI‎ demi mewujudkan cita-cita pengusaha cilik," tandas Fadli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: