"Sebab bila selevel pimpinan partai saja masih berani mendekati praktik korupsi, maka logika sederhananya apalagi bagi anggota partai yang tergolong sebagai kader biasa," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 16/10).
Menurut Said, sistem kepartaian itu cenderung akan membaik jika pimpinan partainya bersih. Sebaliknya, kalau pimpinan parpolnya korup, maka kader di bawahnya cenderung akan meniru untuk melakukan hal serupa.
Akibat dari kader partai yang bermental korup itu, lanjut Said, maka sistem kepartaian tidak mengarah kepada jalur yang benar. Partai politik akan terus berkutat pada persoalan korupsi yang pada gilirannya partai tersebut hanya akan melahirkan kader-kader yang korup.
"Dalam konteks inilah saya ingin katakan kegagalan sistem kepartaian kita menjadi semakin nyata," ungkap Said.
[ysa]
BERITA TERKAIT: