Jangan Sampai Paket Kebijakan Ekonomi Seret Indonesia Jadi Negara Liberal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 07 Oktober 2015, 06:20 WIB
Jangan Sampai Paket Kebijakan Ekonomi Seret Indonesia Jadi Negara Liberal
ilustrasi/net
rmol news logo . Upaya Pemerintahan Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai negara yang friendly business dengan meluncurkan sejumlah Paket Kebijakan Ekonomi patut diapresiasi.

Namun demikian, Presiden Jokowi diingatkan agar rangkaian paket deregulasi dan debirokratisasi itu tidak menjadikan Indonesia terseret sebagai negara yang benar-benar liberal.  

Demikian disampaikan dosen senior Iniversitas Nasional, Zainul Djumadin, dalam diskusi publik para dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas), Jakarta, Selasa (6/10). Hadir dalam diskusi ini Manager ASEAN Economic Community Center (AEC Center), Tri Mardjoko, dan Ketua Program Studi Magister Manajemen Unas, I Made Adnyana.

Diskusi publik ini mengangkat tema "Dampak Pemberlakuan Paket Kebijakan Ekonomi Terhadap Daya Saing Nasional Indonesia." Diskusi menyoroti peran penting pemerintah dalam mendorong penguatan daya saing nasional, baik melalui regulasi, bantuan permodalan, maupun pembinaan.

"Pemerintah jangan bikin paket gombal, sudah memberikan semuanya tapi kurang direspon dunia usaha. Pemerintah harus introspeksi, ada apa itu? Apakah ini bukan sudah ada public distrus?" kata seorang dosen, dalam diskusi tersebut. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA