Demikian disampaika Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, dalam keterangan beberapaa saat lalu (Senin, 28/9).
Hal ini, ungkap Arief Poyuono, dilakukan setelah mengetahui secara langsung pernyataan dan pengakun dari kehadiran masyarakat Kalimantan dan Riau bahwa ternyata masih sangat banyak keluhan-keluhan yang mereka rasakan akibat dari pembakaran yang diduga kuat disengaja. Padahal di berbagai media Presiden Joko Widodo kerap kali seakan-akan sudah mengatasi persoal itu.
Kehadiran Jokowi di tengah-tengah lahan bekas terbakar seperti hendak memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang di sekitar tempat asap. Padahal faktanya tidak demikian. Saat sebahagian rakyat Riau melakukan pengungsian secara swadaya, pemerintahan Jokowi malah asyik memaparkan upaya-upaya hukum yang akan dilakukan terhadap perusahaan dan atau individu yang terbukti melakukan pembakaran.
"Jokowi tidak menyadari bahwa saat ini korban asap tidak memerlukan itu! Mereka perlu upaya penyelamatan atas ancaman yang berbahaya dari asap terhadap kehidupan dan kualitas kesehatannya," demikiam Arif.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: