"Seperti masalah pertanian, ekonomi, pertanian, politik, budaya, agar tetap mempertahankan arti sesungguhnya dari gotong royong itu," kata Ketua Pusat Kajian Ideologi Pancasila, Ashoka Siahaan, dalam diskusi Forum Grup Diskusi Pancasila di Pendopo Bupati Kabupaten Karanganyar, Surakarta (Sabtu, 26/9).
Hadir dalam diskusi ini beberapa elemen gerakan masyarakat mulai dari akademisi, pengamat politik, aktivis gerakan masyarakat tani, aktivis gerakan mahasiswa, pimpinan organisasi keagamaan, dan pejabat pemerintah.
Diskusi ini mengundang pembicara Gurubesar pasca sarjana UNS, Totok Mardikanto, Sidiq Hendro Purnomo (Praktisi pertanian) dan Paiman HS (Kelompok Tani Makaryo).
Senagaimana keterangan kepada redaksi, semua yang dibicarakan oleh para pembicara hampir sama dengan gagasan Pusat Kajian Ideologi Pancasila. Yaitu bahwa potensialitas dari luar yang negatif yang kita hadapi terutama menjelang AFTA 2015 terhadap manusia Indonesia dalam beberapa hal mengundang berbagai masalah terhadap empat hal yaitu noeliberal, postmodernisme, fundamentalisme, dan neo-feodalisme.
[ysa]
BERITA TERKAIT: