"Karena kalau
toh benar ada sedikit kekeliruan dari perhitungan Rizal Ramli, hal itu
toh tidak merugikan rakyat barang satu rupiah pun. Tapi kesalahan hitung-hitungan manajemen PLN, bersama provider yang setengah mafioso itu, sudah terbukti merugikan rakyat. Dan itu sudah berjalan bertahun-tahun," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 11/9).
"Makanya kepada FB dan orang-orang yang masih mau pasang badan untuk para mafioso, lebih baik segera kembali ke jalan yang benar," sambung Adhie lagi.
Adhie menekankan bahwa bangsa Indonesia, yang sudah menderita akibat kebijakan yang menghisap darah rakyat selama 10 tahun pemerintahan SBY, memerlukan orang-orang yg ikhlas untuk menolongnya. Dan apalagi, ilmu ekonomi yang Tuhan anugerahkan kepada mereka, khusunya Faisal Basri, akan lebih bermanfaat bagi kemaslahatan rakyat bila dipakai untuk membantu PLN menentukan tarif tolen listrik yang benar dan tidak koruptif.
"Mari kita hentikan kebiasaan para penyelenggara negara di masa Soeharto dan SBY dalam membuat kebijakan untuk rakyat yang tidak cermat. Akibat semangat manipulasi dan korupsi lebih mendominasi," demikian Adhie.
[ysa]
BERITA TERKAIT: