Menurut Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mengingat HUT RI tahun ini adalah yang ke-70, maka resepsi kali ini tentu memiliki makna yang amat penting dan tersendiri dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
"Tak hanya itu, melalui resepsi ini kita ingin menunjukkan, terutama kepada Jepang sebagai mitra ekonomi penting kita, bahwa dalam usia 70 tahun ini Indonesia telah semakin dewasa," kata Yusron dalam kata sambutannya, seperti rilis KBRI Tokyo, Minggu (30/8).
Resepsi diplomatik memang menjadi semacam ritual bagi hampir seluruh kedutaan besar asing manapun juga di luar negeri, terutama pada hari nasional mereka. Namun tak hanya untuk mempererat hubungan antara kedua bangsa (dan juga dengan bangsa-bangsa lain melalui perwakilan mereka), resepsi diplomatik sekaligus juga merupakan ajang promosi ekonomi, budaya dan lain-lain.
"Saya ingin mendedikasikan resepsi malam ini kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi penguatan kerja sama kedua negara serta terjalinnya hubungan yang semakin erat antar kedua negara," ujar Yusron.
Sejumlah tamu kehormatan turut hadir pada resepsi diplomatik kali ini. Antara lain adalah mantan Perdana Menteri Jepang dan Ketua Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang, Yasuo Fukuda, Wataru Takeshita, Menteri Rekonstruksi Jepang serta Toshihiro Nikai, Ketua General Council LDP dan Ketua Liga Parlemen Indonesia-Jepang. Menteri Rekonstruksi Jepang, Wataru Takeshita menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Jepang terutama dalam hal penanganan bencana.
Selain gamelan Jawa, Tari Padupa dari Sulawesi Selatan turut disajikan oleh para penari dari Sanggar Tari Duta Melati yang berlokasi di Tokyo. Tarian Muli Betanggai dari Lampung juga memukau tujuh ratusan hadirin. Dubes Yusron yang tampil mengenakan pakaian adat 'songket setengah tiang', dari Bangka Belitung yang terdiri dari beskap, kain songket, dan stanja (ikat kepala dari songket) semakin menggenapi nuansa Indonesia dalam resepsi ini.
Kuliner Indonesia, antara lain nasi goreng, mi goreng, sate ayam, tekwan serta jajanan pasar tradisional ala Indonesia pun ikut memberi warna dalam acara tersebut.
[rus]
BERITA TERKAIT: